Hasil Evaluasi Pemprov Jabar, Kabupaten Garut Kini Jadi Zona Biru Kasus Covid-19

  • Whatsapp
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat melakukan chek poin di Cisurupan, Garut - dok Humas Pemkab Garut

Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut sudah lebih dari 19 hari tidak ada penambahan pasien positif. Jumlah terkonfirmasi positif masih tetap 11 orang. Meskipun demikian, masyarakat harus tetap waspada dan memperhatikan protokol penanganan Covid-19 karena hasil Swab Test belum semuanya keluar.

Demikian dikatakan, Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman saat melakukan kunjungan ke titik chek point Gugus Tugas Kecamatan Cisurupan, Sabtu (16/05/2020).

Bacaan Lainnya

banner 728x250

Menurut humas Pemkab Garut saat kunjungan itu, Wakil Bupati Helmi menerima video telekonferensi dari Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil. Hasil dari komunikasi tersebut, Kabupaten Garut termasuk zona biru, dari empat kategori zona, yakni Hijau, Biru, Kuning dan Merah.

“Alhamdulillah, hasil evaluasi dari Provinsi, Kabupaten Garut sudah masuk kategori zona biru itu level 2, yang mana segala aktifitas bisa dilakukan, tetapi tetap melaksanakan Social Distancing,” ungkap Helmi.

Helmi kemudian menyampaikan rasa khawatir karena adanya jumlah pemudik yang masih datang ke Garut, meski dilarang. Menurutnya hingga kini sekitar 50 ribuan pemudik sudah masuk Garut. Diperkirakan mulai H-7, jumlah kedatangan pemudik yang akan merayakan Lebaran di Garut semakin bertambah.

“Ada sekitar 200 ribuan lagi warga Garut yang akan mudik untuk merayakan lebaran di Garut. Pasalnya, para perantau asal Garut yang ada di luar kota jumlahnya cukup banyak, sekitar 250 ribuan orang, paling banyak diantara kabupaten lain se-Jawa Barat,” ujarnya.

Ditambahkan Helmi, pemkab Garut pun bersiaga mengantisipasi masuknya ratusan ribu pemudik tersebut, diantaranya dengan melakukan penjaringan di perbatasan atau pintu-pintu masuk Garut.

Helmi menyebutkan, mereka yang suhunya di atas 38 derajat celcius akan langsung dilakukan tes rapid. Selain itu, pihaknya juga sudah meminta jajaran di tingkat kecamatan, desa, RT, RW dan keluarga untuk benar-benar mengawasi mereka yang mudik tersebut.

“Pastikan mereka mengisolasi diri dulu di rumah, jadi jangan dulu keluar,” pintannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *