Beranda Mengapa Muharram Jadi Awal Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Alasannya
ADVERTISEMENT

Mengapa Muharram Jadi Awal Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Alasannya

2 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengapa Muharram Jadi Awal Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Alasannya, Source: Istimewa

Muharram menjadi awal tahun Hijriah berdasarkan kesepakatan pada masa Umar bin Khattab melalui musyawarah panjang mengenai sistem penanggalan Islam.

Muharram dikenal sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, tetapi banyak yang bertanya mengapa tahun baru Islam dimulai dari Muharram, padahal peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah terjadi pada bulan Rabiul Awal.

Baca juga: Sejarah Haji di Indonesia dari Perjalanan Laut hingga Sistem Modern

Sejarah Penetapan Kalender Hijriah

Dikutip dari NU Online, lahirnya sistem penanggalan Hijriah berawal dari kebutuhan administrasi pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, Abu Musa al-Asy’ari menerima surat dari Umar yang tidak mencantumkan tanggal, bulan, maupun tahun sehingga menimbulkan kebingungan. Abu Musa pun mempertanyakan surat tersebut karena tidak memiliki penanda waktu yang jelas.

Dalam riwayat lain disebutkan, Maimun bin Mahran pernah membawa dokumen kesepakatan yang hanya mencantumkan bulan Sya’ban tanpa keterangan tahun. Kondisi tersebut membuat Umar kebingungan menentukan waktu yang dimaksud, apakah Sya’ban pada tahun sebelumnya, tahun berjalan, atau tahun berikutnya.

Persoalan itu mendorong Umar untuk mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah. Sejumlah usulan kemudian muncul, mulai dari mengikuti sistem penanggalan Persia dan Romawi hingga menjadikan tahun kelahiran Nabi Muhammad, masa diangkatnya menjadi Nabi (bi’tsah), maupun tahun wafatnya Rasulullah sebagai dasar penanggalan Islam.

Mengapa Muharram Jadi Awal Tahun

Dalam musyawarah tersebut, Ali bin Abi Thalib mengusulkan agar kalender Islam mengacu pada peristiwa hijrah umat Muslim dari Makkah ke Madinah. Usulan itu kemudian diterima Umar bin Khattab karena peristiwa hijrah dikenal luas oleh umat Islam serta menjadi simbol transformasi dakwah Islam.

Setelah menyepakati peristiwa hijrah sebagai dasar penanggalan, para sahabat kembali berdiskusi untuk menentukan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Sejumlah pendapat muncul, termasuk usulan agar bulan Ramadan dijadikan sebagai awal tahun Islam.

Umar kemudian mengusulkan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Menurutnya, Muharram bertepatan dengan kepulangan umat Muslim setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Jamaah yang baru menyelesaikan ibadah haji diyakini kembali dalam keadaan lebih bersih dari dosa, sehingga momen tersebut dinilai tepat untuk mengawali tahun baru dan diharapkan membawa keberkahan bagi umat Islam.

Baca juga: Tidak Hanya Islam, Puasa Juga Ada dalam Berbagai Agama di Dunia

Nah Warginet, penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriah tidak hanya berkaitan dengan sejarah hijrah umat Islam, tetapi juga mencerminkan harapan agar umat Muslim dapat mengawali tahun baru dengan keberkahan serta semangat untuk memperbaiki diri setelah mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah Islam.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.