Infogarut

Bukan Cuma Dodol, Ini Oleh-Oleh Garut yang Bisa Dibawa Pulang

M
Mutiara LestariPublisher
5 Oktober 2026 pukul 12.06 4 menit baca
Bukan Cuma Dodol, Ini Oleh-Oleh Garut yang Bisa Dibawa Pulang

Warginet, kalau ada yang bilang oleh-oleh dari Garut, makanan apa yang langsung muncul di pikiran?

Kemungkinan besar jawabannya dodol.

Memang nggak salah. Dodol sudah begitu melekat dengan Garut sampai daerah ini dikenal dengan julukan Kota Dodol. Tapi, kalau setiap pulang dari Garut oleh-olehnya dodol lagi, masa iya?

Padahal, ada banyak jajanan dan produk kuliner lain yang bisa dibawa pulang untuk keluarga, teman, atau sekadar stok camilan di rumah.

Mulai dari yang manis, gurih, renyah, sampai yang punya kemasan lebih modern. Nah, buat Warginet yang sedang mencari oleh-oleh Garut selain dodol, berikut beberapa pilihan yang bisa masuk daftar.

Baca Juga: Bangkerok, Jajanan Ketan Khas Sunda yang Mulai Jarang Dikenal

1. Burayot, Jajanan Manis dengan Bentuk yang Unik

Kalau ingin membawa pulang jajanan tradisional Garut, burayot bisa jadi pilihan pertama.

Kue yang satu ini terbuat dari tepung dan gula aren, kemudian digoreng hingga menghasilkan bentuk yang khas. Namanya sendiri berkaitan dengan bentuk burayot yang terlihat seperti bergelantungan.

Rasanya manis dan legit, cocok disantap bersama teh atau kopi.

Burayot juga relatif mudah ditemukan di kawasan Garut, salah satunya di sekitar Cangkuang dan sejumlah sentra oleh-oleh.

Jadi, kalau biasanya cuma melihat burayot lewat foto, mungkin sekarang waktunya dibawa pulang sekotak.

2. Dorokdok, Buat yang Lebih Suka Oleh-Oleh Gurih

Kalau keluarga di rumah kurang suka makanan manis, jangan khawatir. Ada dorokdok.

Kerupuk kulit yang satu ini dibuat dari kulit sapi atau kerbau dan dikenal dengan teksturnya yang renyah serta rasa gurih. Dorokdok juga termasuk salah satu oleh-oleh Garut yang cukup mudah ditemukan di sentra oleh-oleh.

Enaknya lagi, dorokdok bisa dimakan langsung sebagai camilan atau dijadikan teman makan nasi.

Jadi, kalau dodol terlalu manis buat selera kalian, tinggal belok ke bagian kerupuk kulit.

3. Wajit, Sekilas Mirip Dodol tapi Punya Karakter Sendiri

Sekilas, wajit mungkin bikin Warginet berpikir, “Ini dodol, kan?”. Ternyata bukan.

Wajit sama-sama menggunakan bahan seperti beras ketan, gula aren, dan santan, tetapi punya bentuk dan cara pembungkusan yang berbeda. Wajit umumnya dibungkus menggunakan kulit jagung kering sehingga punya tampilan yang cukup khas.

Teksturnya cenderung lembut dan kenyal dengan rasa manis legit.

Kalau ingin membawa oleh-oleh yang masih punya nuansa jajanan tradisional tetapi bukan dodol, wajit bisa jadi pilihan.

4. Ladu, Saudaraan Sama Dodol tapi Bukan Dodol

Masih dari jajanan manis tradisional, ada ladu.

Ladu cukup menarik karena sekilas memang mengingatkan pada dodol. Bedanya, teksturnya lebih padat dan bahan pembuatannya menggunakan tepung ketan, gula, serta kelapa.

Ladu banyak dikaitkan dengan wilayah Malangbong, Garut.

Buat Warginet yang ingin mencoba jajanan tradisional yang mungkin belum terlalu familiar, ladu bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dibawa pulang.

Siapa tahu setelah mencicipi, malah jadi punya oleh-oleh favorit baru.

5. Moring, Camilan Renyah yang Cocok Buat Stok di Rumah

Kalau ingin oleh-oleh yang bisa dimakan sedikit-sedikit sambil rebahan, moring bisa masuk daftar.

Moring merupakan camilan berbahan dasar adonan aci yang dibuat kering sehingga menghasilkan tekstur renyah. Namanya juga dikenal sebagai singkatan dari “cimol kering”.

Pilihan rasanya cukup beragam, mulai dari gurih original hingga varian pedas dan daun jeruk.

Dibanding jajanan tradisional yang biasanya punya rasa manis atau gurih, moring punya karakter yang lebih dekat dengan camilan kekinian, cocok buat stok di rumah.

6. Chocodot, Kalau Mau Oleh-Oleh yang Lebih Kekinian

Kalau burayot, wajit, dan ladu terasa terlalu tradisional, ada Chocodot.

Sesuai namanya, produk ini merupakan perpaduan antara cokelat dan dodol Garut. Konsep tersebut membuat dodol hadir dalam bentuk yang lebih modern dan menyasar selera yang berbeda.

Chocodot juga dikenal dengan berbagai penamaan produk yang unik dan kemasan yang lebih playful.

Makanya, oleh-oleh yang satu ini cukup menarik kalau ingin membawa buah tangan untuk teman atau anak muda.

Selain bisa dimakan, kemasannya juga bikin oleh-oleh terasa lebih kekinian.

7. Opak, Camilan Ketan yang Gurih dan Renyah

Terakhir, ada opak.

Camilan berbahan dasar ketan ini memiliki cita rasa gurih dan tekstur renyah. Indonesia Travel juga memasukkan opak sebagai salah satu pilihan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang dari Garut.

Kalau Warginet lebih suka camilan gurih daripada makanan manis, opak bisa menjadi alternatif.

Apalagi untuk dibawa pulang dan dimakan ramai-ramai bersama keluarga.

Satu bungkus biasanya terasa kurang.

Jadi, Selain Dodol Mau Bawa Pulang Apa?

Ternyata pilihan oleh-oleh Garut nggak berhenti di dodol.

Ada burayot untuk pencinta jajanan manis, dorokdok dan opak untuk yang lebih suka gurih, wajit dan ladu buat yang ingin mencicipi jajanan tradisional, sampai moring dan Chocodot yang lebih cocok buat selera camilan kekinian.

Baca Juga: Menilik Sejarah Dodol Garut, Dari Usaha Rumahan Hingga Tembus Pasar Ekspor

Jadi, kalau Warginet sedang berkunjung ke Garut dan bingung mau membawa apa untuk keluarga di rumah, jangan langsung menuju rak dodol.

Coba lihat-lihat dulu. Siapa tahu malah pulang membawa oleh-oleh baru yang sebelumnya belum pernah dicoba.

Karena ternyata, Garut bukan cuma punya dodol. Buah tangannya juga banyak pilihan.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca