Warginet, kalau ngomongin wisata alam Garut, nama curug rasanya nggak pernah ada habisnya. Dari yang sudah populer sampai yang lokasinya masih cukup tersembunyi, semuanya punya karakter masing-masing.
Nah, salah satu yang menarik buat dibahas adalah Curug Batu Nyusun Garut di Kecamatan Peundeuy.
Namanya mungkin belum sefamiliar beberapa curug lain di Garut. Tapi begitu sampai, yang bikin mata langsung tertuju bukan cuma air terjunnya, melainkan dinding batu di belakangnya yang tampak seperti tersusun rapi secara alami.
Uniknya lagi, Curug Batu Nyusun bukan destinasi yang baru muncul kemarin sore. Jejak kunjungan ke lokasi ini sudah ditemukan sejak beberapa tahun lalu. Artinya, tempat ini lebih pas disebut sebagai hidden gem yang belum terlalu banyak dilirik
Baca Juga: Weekend di Garut Nggak Harus ke Tempat Wisata, Coba 5 Aktivitas Ini
Di Mana Lokasi Curug Batu Nyusun Garut?
Curug Batu Nyusun berada di Kampung Cikuda, Desa Pangrumasan, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut.
Wilayah Peundeuy sendiri berada di kawasan Garut Selatan bagian timur yang didominasi bentang alam perbukitan dan pedesaan. Karena itu, perjalanan menuju kawasan ini memang menawarkan suasana yang berbeda dari destinasi wisata Garut yang berada lebih dekat dengan pusat kota.
Beberapa sumber wisata juga menyebut perjalanan menuju Pangrumasan melewati kawasan Cikajang, Banjarwangi, Singajaya, hingga Peundeuy sebelum melanjutkan perjalanan ke Desa Pangrumasan.
Jadi, buat Warginet yang berniat datang, jangan membayangkan aksesnya seperti menuju tempat wisata yang tinggal parkir lalu beberapa langkah langsung sampai.
Curug Batu Nyusun memang menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda.
Daya Tarik Curug Batu Nyusun Bukan Sekadar Air Terjun
Kalau hanya melihat namanya, mungkin Warginet akan membayangkan air terjun biasa dengan batu-batu besar di sekitarnya.
Ternyata bukan itu bagian paling menariknya.
Daya tarik utama Curug Batu Nyusun justru berada pada formasi bebatuan di dinding curug. Bebatuan tersebut terlihat seperti tersusun secara alami membentuk pola yang unik.
Pikiran Rakyat Garut menyebut dinding curug memiliki struktur columnar joint, yakni struktur geologi berupa kolom atau rekahan pada batuan. Formasi inilah yang membuat tampilan tebing Curug Batu Nyusun berbeda dari curug pada umumnya.
Sementara itu, laporan Merdeka menyebut susunan batu cadas pada tebing akan terlihat semakin jelas ketika debit air tidak terlalu besar, terutama saat kondisi lebih kering.
Jadi, bukan cuma airnya yang jadi tontonan. Tebing batunya juga punya cerita.
Air Terjun dan Tebing Batu Jadi Satu Lanskap
Curug Batu Nyusun memiliki ketinggian yang dalam, sejumlah laporan disebut berada di kisaran 30–50 meter. Air mengalir dari bagian atas tebing dan jatuh melewati permukaan batu yang berlapis-lapis.
Ketika debit air tidak terlalu besar, karakter batuan di belakang aliran air justru bisa terlihat lebih jelas. Dari bawah, pemandangannya cukup dramatis: air terjun di tengah tebing, bebatuan besar di sekitar aliran, serta suasana hijau khas kawasan perbukitan Garut Selatan.
Nggak heran kalau sejumlah media perjalanan menggambarkannya sebagai tempat yang cocok untuk berburu foto.
Kenapa Disebut Curug Batu Nyusun?
Nama “Batu Nyusun” cukup mudah ditebak kalau sudah melihat langsung bentuk tebingnya.
Batuan pada dinding curug terlihat seperti memiliki pola tersusun atau berlapis. Namun, yang perlu digarisbawahi, susunan tersebut merupakan formasi alami, bukan batu yang sengaja ditata oleh manusia.
Menariknya, sebuah catatan perjalanan yang ditulis dari kunjungan pada 2015 menyebut masyarakat setempat juga mengenal Curug Batu Nyusun dengan nama Curug Cisarua. Catatan yang sama menyebut terdapat tingkatan curug lain di atas lokasi yang dikunjungi.
Informasi seperti ini menunjukkan bahwa nama dan pemahaman mengenai lokasi bisa saja berbeda di tingkat lokal. Jadi, kalau Warginet menemukan penyebutan Curug Cisarua ketika mencari informasi, jangan langsung menganggap itu pasti lokasi yang berbeda tanpa mengecek konteksnya.
Perjalanan Menuju Curug Batu Nyusun Memang Butuh Persiapan
Ini bagian yang jangan sampai dilewatkan.
Curug Batu Nyusun masih memiliki karakter wisata alam yang cukup alami. Sumber yang membahas lokasi ini menyebut fasilitas di sekitar curug masih terbatas.
Sejumlah catatan perjalanan juga menggambarkan akses menuju lokasi yang tidak selalu mulus dan perjalanan akhirnya perlu dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Dalam catatan kunjungan 2015, perjalanan dari area permukiman menuju curug disebut membutuhkan trekking sekitar satu jam. Jalurnya melewati area pedesaan, kebun, dan pematang sawah.
Karena kondisi akses bisa berubah dari waktu ke waktu, informasi lama tersebut sebaiknya tidak dijadikan patokan mutlak untuk kondisi jalan saat ini.
Kalau mau datang, paling aman tetap mengecek kondisi akses terbaru kepada warga atau pengelola setempat sebelum berangkat.
Fasilitasnya Belum Seperti Wisata Populer
Salah satu daya tarik Curug Batu Nyusun justru ada pada suasananya yang masih alami. Namun, konsekuensinya fasilitas wisata juga belum sebanyak destinasi yang sudah berkembang.
Sumber lokal menyebut fasilitas di sekitar Curug Batu Nyusun masih minim dan pengunjung disarankan membawa bekal sendiri.
Jadi, jangan datang dengan ekspektasi ada banyak warung, toilet, atau fasilitas wisata lengkap seperti di objek wisata yang sudah sangat ramai.
Konsepnya lebih ke datang, trekking, menikmati alam, lalu pulang dengan membawa cerita.
Waktu yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berangkat
Ada satu informasi menarik dari catatan perjalanan yang justru penting untuk diketahui.
Menurut warga yang ditemui dalam kunjungan 2015, aliran Curug Batu Nyusun bisa sangat berkurang bahkan mengering ketika musim kemarau.
Di sisi lain, kondisi kemarau juga dapat membuat formasi batuan pada tebing terlihat lebih jelas. Hal ini sejalan dengan laporan Merdeka yang menyebut susunan batu cadas lebih terlihat ketika debit air tidak terlalu besar.
Artinya, Warginet perlu menentukan tujuan sebelum berangkat. Kalau ingin melihat aliran air yang lebih deras, kondisi cuaca dan debit air perlu menjadi pertimbangan. Kalau ingin lebih fokus melihat karakter bebatuan, debit air yang tidak terlalu besar justru bisa memperlihatkan dinding curug dengan lebih jelas.
Tetap saja, untuk keamanan, hindari datang ketika hujan deras atau kondisi jalur sedang berisiko.
Tips Berkunjung ke Curug Batu Nyusun
Karena lokasinya masih memiliki karakter wisata alam, beberapa hal sederhana ini sebaiknya dipersiapkan.
Pertama, gunakan alas kaki yang nyaman. Jalur menuju curug bukan tempat yang ideal untuk sandal licin atau sepatu yang tidak memiliki grip.
Kedua, bawa bekal secukupnya. Fasilitas kuliner di sekitar lokasi masih terbatas menurut sumber yang tersedia.
Ketiga, jangan mengandalkan sinyal atau navigasi secara penuh. Catatan perjalanan lama menunjukkan bahwa informasi mengenai lokasi curug bahkan pernah cukup membingungkan bagi pengunjung dari luar daerah. Bertanya kepada warga setempat bisa menjadi pilihan yang lebih aman ketika sudah berada di kawasan Pangrumasan.
Keempat, perhatikan kondisi cuaca. Trekking menuju air terjun dan aktivitas di sekitar batuan basah tentu membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Dan yang paling penting, jangan meninggalkan sampah.
Kalau tempatnya masih alami, jangan sampai setelah ramai dikunjungi justru alamnya yang kehilangan keindahannya.
Curug Batu Nyusun, Hidden Gem yang Layak Dilirik?
Kalau Warginet mencari wisata Garut yang sudah sangat lengkap fasilitasnya, Curug Batu Nyusun mungkin bukan jawabannya.
Tapi kalau yang dicari adalah wisata alam dengan lanskap unik, suasana relatif alami, dan perjalanan yang terasa seperti petualangan kecil, tempat ini punya daya tarik tersendiri.
Keunikannya juga bukan sekadar karena ada air terjun.
Ada tebing batu dengan formasi alami, aliran air yang melewati dinding berlapis, suasana pedesaan Pangrumasan, serta perjalanan menuju lokasi yang membuat pengalaman wisatanya terasa lebih personal.
Yang menarik, Curug Batu Nyusun sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Catatan perjalanan dari 2015 bahkan menunjukkan bahwa ketika itu pengunjungnya masih didominasi warga sekitar dan wisatawan dari daerah Garut.
Jadi, menyebutnya sebagai hidden gem terasa lebih tepat daripada menyebutnya sebagai wisata baru. Sebab kadang-kadang, yang kita cari bukan tempat yang baru ditemukan. Tapi tempat lama yang ternyata selama ini belum pernah kita datangi.
Jadi Kapan Mau Ke Curug Batu Nysusun?
Warginet, Garut memang punya banyak destinasi yang sudah lebih dulu terkenal. Tapi di balik itu, masih ada sudut-sudut Garut Selatan yang menyimpan lanskap alam dengan karakter berbeda.
Curug Batu Nyusun di Peundeuy salah satunya.
Air terjunnya cantik, tetapi formasi batuannya yang membuat tempat ini punya identitas sendiri. Ditambah suasana Pangrumasan yang masih kental dengan lanskap pedesaan, perjalanan ke sini bisa menjadi pilihan buat yang ingin sesekali menjauh dari wisata yang terlalu ramai.
Baca Juga: Ide Date di Garut Selain Kulineran, Ada yang Seru dan Nggak Bosenin
Kalau suatu saat Warginet berkunjung, satu hal yang jangan lupa dibawa, bukan cuma kamera, tapi juga rasa ingin menjaga tempatnya.
Karena hidden gem akan tetap menjadi permata kalau alamnya tetap dirawat.






