Infogarut

Garut Pikat Charlie Chaplin, Situ Cangkuang hingga Papandayan Jadi Bagian Perjalanan

M
Muhamad Renaldi SPublisher
3 Oktober 2026 pukul 14.11 2 menit baca
Garut Pikat Charlie Chaplin, Situ Cangkuang hingga Papandayan Jadi Bagian Perjalanan
Garut Pikat Charlie Chaplin, Situ Cangkuang hingga Papandayan Jadi Bagian Perjalanan, Source: Naratasgaroet/SW Saputra

Bentang alam yang asri serta kekayaan budaya tradisional menjadi alasan utama pelesiran aktor ternama Charlie Chaplin bersama kakaknya, Sydney Chaplin serta krunya di kawasan Kabupaten Garut pada 30 Maret 1932.

Baca juga: 5 Tips Tektok Gunung Papandayan untuk Pendaki Pemula di Akhir Pekan

Daya Tarik Objek Wisata Garut

Berdasarkan informasi yang dimuat National Geographic Indonesia, kedatangan rombongan diawali dengan menaiki kereta api dari Bandung menuju Stasiun Cibatu yang diresmikan pada tahun 1888. Perjalanan sejauh 75 kilometer selama 190 menit tersebut berlanjut ke Grand Hotel Ngamplang.

Perjalanan menggunakan mobil sejauh 30,8 kilometer tersebut memakan waktu 40 menit hingga tiba di tempat menginap. Di sana, mereka menikmati panorama Gunung Papandayan yang merupakan gunung merapi aktif berketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut.

Keindahan lanskap pegunungan tersebut menggerakkan hati sang pesohor untuk menjelajahi setiap sudut destinasi alam di Garut. Kekaguman mendalam terhadap pemandangan asri tersebut akhirnya menginspirasi penyebutan julukan Swiss van Java bagi daerah ini.

Pesona Candi dan Danau Charlie Chaplin

Selain mengunjungi Situ Bagendit, rombongan juga menjejaki kawasan Situ Cangkuang yang tersohor sejak 1918 di Eropa. Kepopuleran objek wisata danau ini dipantik oleh promosi hasil jepretan foto karya fotografer Jerman bernama Thilly Weissenborn.

Foto eksotis tersebut disebarkan melalui kartu pos hingga memikat perhatian banyak wisatawan dunia untuk datang berkunjung. Di area tersebut, terdapat keunikan permukiman tradisional Rumah Adat Pulo serta bangunan bersejarah Candi Cangkuang yang bercorak Hindu.

Kunjungan ke situs budaya kuno tersebut menambah daya tarik wisata sejarah yang bertahan selama ratusan tahun. Seluruh pengalaman mengesan tersebut tercatat dalam skripsi ilmiah karya Saeful Wanda Saputra yang dipublikasikan pada 2019 lalu.

Baca juga: Sejarah Situ Bagendit, Menilik Kembali Legenda Nyai Endit di Garut

Nah Warginet, kunjungan Charlie Chaplin ke Kota Intan membuktikan bahwa bentang alam dan warisan budaya Garut memiliki daya pikat luar biasa. Menjaga kelestarian objek wisata sejarah ini merupakan wujud kebanggaan bersama atas kekayaan daerah.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca