Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah kejadian kebakaran sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data penanganan kebakaran hingga 4 Oktober 2026, tercatat sebanyak 558 kejadian kebakaran, meningkat dibandingkan total kejadian sepanjang tahun 2025 yang mencapai 225 kejadian.
Dari total 558 kejadian pada 2026 tersebut, sebanyak 223 kejadian merupakan kebakaran nonlahan, sementara 335 kejadian lainnya merupakan kebakaran lahan. Dengan demikian, hingga 4 Oktober 2026 sudah terjadi peningkatan sebanyak 333 kejadian atau sekitar 148 persen dibandingkan keseluruhan kejadian kebakaran sepanjang 2025.
Baca Juga ; Garut Miliki 190 Ustadz dan Ustadzah, Masuk Daftar Terbanyak di Jabar
Kondisi yang paling menjadi perhatian adalah peningkatan kasus kebakaran lahan. Pada 2025, Disdamkarmat Garut mencatat sebanyak 21 kejadian kebakaran lahan di Garut. Sementara hingga 4 Oktober 2026, jumlahnya telah mencapai 335 kejadian.
Artinya, terjadi penambahan sebanyak 314 kejadian, atau sekitar 1495,24 persen dibandingkan jumlah kebakaran lahan sepanjang tahun 2025.
Lonjakan paling tinggi pada 2026 terjadi pada Agustus sebanyak 122 kejadian kemudian September 107 kejadian dan Juli dengan 81 kejadian,. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran lahan yang sangat signifikan dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.
Total Luas Lahan yang terbakar
Total area yang terbakar pada tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan yaitu sekitar 123,6 Ha. Pada Januari hingga Juni, luas area terbakar masih relatif rendah, kemudian meningkat menjadi 32,21 hektare pada Juli, 38,69 hektare pada Agustus, dan mencapai 50,68 hektare pada September.
Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh terjadinya kebakaran lahan yang cukup signifikan pada periode Juli September, sehingga menyebabkan luas area terdampak kebakaran meningkat secara tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya






