Warginet, pernah membayangkan melihat seseorang berjalan, berbaring, bahkan bergelantungan di atas seutas tali yang terbentang di antara dua bambu tinggi? Bukan pertunjukan sirkus modern, atraksi seperti ini ternyata bisa ditemukan dalam kesenian tradisional khas Garut, yaitu kesenian Lais Garut.
Kesenian ini bukan sekadar menyuguhkan aksi yang bikin penonton menahan napas. Di balik keberanian para pemainnya, ada cerita tentang keterampilan seorang warga yang kemudian berkembang menjadi pertunjukan rakyat. Nah, supaya makin kenal dengan salah satu kekayaan budaya Garut ini, yuk, simak asal-usul dan keunikan seni Lais berikut!
Baca Juga: Garut Catat 10 Lokasi Kampung Adat, Masuk Daftar Terbanyak di Jabar
Mengenal Kesenian Lais, Atraksi Tradisional Khas Garut
Lais merupakan seni pertunjukan akrobatik tradisional yang dikenal berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Daya tarik utamanya terletak pada aksi pemain yang melakukan berbagai gerakan di atas tali yang dibentangkan di antara dua batang bambu tinggi.
Menurut informasi dalam publikasi Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pertunjukan Lais menampilkan pemain yang memanjat bambu, kemudian melakukan atraksi di atas tali, mulai dari berayun hingga bergelantungan.
Tidak heran jika kesenian tradisional Garut ini terasa berbeda dari pertunjukan seni lainnya. Penonton tidak hanya menikmati sebuah tontonan, tetapi juga dibuat penasaran dengan kemampuan pemain menjaga keseimbangan saat berada di ketinggian.
Berawal dari Ketangkasan Laisan Memanjat Pohon Kelapa
Warginet, yang menarik dari asal-usul Lais adalah cerita tentang seorang warga bernama Laisan. Menurut penuturan yang dicatat dalam basis data Warisan Budaya Takbenda Indonesia, kesenian ini dipercaya telah ada sejak zaman kolonial Belanda dan terinspirasi dari ketangkasan Laisan, warga Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening, Garut.
Laisan dikenal memiliki keterampilan memanjat pohon kelapa dengan cara yang tidak biasa. Ketangkasannya menarik perhatian masyarakat sekitar hingga kebiasaan tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi lahirnya sebuah pertunjukan.
Keterampilan yang awalnya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari itu lalu dikembangkan menjadi atraksi yang dapat ditonton bersama. Pohon kelapa digantikan dengan bambu tinggi yang dihubungkan oleh seutas tali, sehingga kemampuan menjaga keseimbangan dan keberanian pemain menjadi bagian utama pertunjukan.
Cerita tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah kebiasaan masyarakat dapat berkembang menjadi kesenian tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sumber: Basis Data Warisan Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Majalah Sekapur Sirih, Diskominfo Kabupaten Garut.
Seperti Apa Pertunjukan Lais?
Bagian yang paling mencuri perhatian dari seni Lais tentu saja atraksi pemainnya. Dalam dokumentasi Diskominfo Kabupaten Garut, pertunjukan ini menggunakan dua batang bambu dengan ketinggian sekitar 12–13 meter yang dihubungkan oleh tali tambang.
Di atas tali tersebut, pemain dapat melakukan beragam gerakan, seperti berjalan, berputar, berbaring, hingga bergelantungan. Aksi-aksi inilah yang membuat pertunjukan Lais terasa menegangkan sekaligus mengundang decak kagum.
Untuk melakukan gerakan di ketinggian, pemain membutuhkan keseimbangan, kekuatan fisik, dan latihan yang teratur. Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi juga menyoroti pentingnya kemampuan fisik serta latihan keseimbangan dalam pertunjukan Lais.
Bagi penonton, setiap gerakan bisa menjadi momen yang mendebarkan. Namun, di balik tontonan tersebut, ada keterampilan yang perlu dilatih agar pemain mampu mengendalikan gerakan tubuhnya di atas tali.
Diiringi Musik Tradisional yang Membuat Suasana Meriah
Pertunjukan Lais juga memiliki unsur hiburan yang tidak hanya berasal dari atraksi pemain. Berdasarkan dokumentasi dalam publikasi Diskominfo Kabupaten Garut, pertunjukan ini dapat diiringi tabuhan kendang, dogdog, terompet, dan alat musik lainnya.
Iringan musik tersebut menambah suasana meriah selama pertunjukan berlangsung. Dalam dokumentasi yang sama, disebutkan pula adanya pelawak yang berdialog dengan pemain Lais untuk ikut menghidupkan suasana.
Dengan perpaduan atraksi akrobatik, iringan musik tradisional, dan hiburan, Lais menjadi pertunjukan yang memadukan keterampilan pemain dengan suasana kebersamaan masyarakat.
Lais Garut Telah Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda
Keunikan kesenian Lais bukan hanya dikenal oleh masyarakat setempat. Basis Data Warisan Budaya milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat Lais Garut sebagai karya budaya dari Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut, dalam domain seni pertunjukan. Data tersebut mencantumkan nomor penetapan 244/P/2016 dengan tahun penetapan 2016.
Pencatatan ini menjadi pengingat bahwa Lais merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dikenal dan dijaga keberlangsungannya. Sebab, sebuah kesenian tidak hanya terdiri atas gerakan yang ditampilkan di panggung, tetapi juga menyimpan cerita, keterampilan, dan pengalaman masyarakat yang membentuknya.
Bagi Garut, mengenal Lais berarti turut mengenal salah satu warisan seni pertunjukan yang tumbuh dari lingkungan masyarakatnya sendiri.
Menjaga Kesenian Lais agar Tetap Dikenal Generasi Muda
Warginet, kesenian tradisional bisa tetap dikenal ketika masyarakat memiliki kesempatan untuk menyaksikan, mempelajari, dan menceritakan kembali keberadaannya. Hal ini juga relevan bagi Lais, yang memiliki ciri khas kuat melalui atraksi akrobatik dan kisah asal-usulnya.
Mengenalkan Lais kepada generasi muda bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membagikan informasi tentang sejarahnya, mengenali komunitas seni yang masih menekuninya, atau menyaksikan pertunjukan ketika ditampilkan dalam kegiatan budaya.
Dokumentasi budaya juga penting agar cerita mengenai asal-usul, bentuk pertunjukan, dan unsur pengiringnya tidak hanya dikenal oleh orang-orang yang sudah akrab dengan kesenian ini.
Tentu saja, pelestarian bukan hanya soal mempertahankan pertunjukan agar terus digelar. Upaya tersebut juga perlu memberi ruang bagi para pelaku seni untuk meneruskan keterampilannya, sekaligus mengenalkan nilai budaya yang menyertai kesenian Lais kepada masyarakat yang lebih luas.
Lais Garut, Lebih dari Sekadar Atraksi yang Mendebarkan
Dari cerita Laisan yang dikenal karena ketangkasannya memanjat pohon kelapa hingga berkembang menjadi pertunjukan akrobatik di atas tali, kesenian Lais menunjukkan bahwa kekayaan budaya dapat tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Atraksi di atas ketinggian memang menjadi daya tarik utamanya. Namun, di balik aksi yang membuat penonton menahan napas, ada sejarah lokal, keterampilan, musik pengiring, dan warisan seni yang membuat Lais layak untuk terus dikenal.
Baca Juga: Garut Pikat Charlie Chaplin, Situ Cangkuang hingga Papandayan Jadi Bagian Perjalanan
Nah, Warginet, sudah pernah menyaksikan langsung pertunjukan kesenian Lais Garut? Atau justru baru tahu kalau Garut punya atraksi tradisional yang satu ini? Yuk, kenali dan ceritakan kembali kesenian khas daerah kita agar semakin banyak orang mengenalnya!
Penulis: Mutiara Lestari
Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Basis Data Warisan Budaya, Diskominfo Kabupaten Garut, Majalah Sekapur Sirih.






