Infogarut

Mengapa Garam Pernah Lebih Berharga Dari Emas Dalam Sejarah Dunia?

M
Muhamad Renaldi SPublisher
21 September 2026 pukul 13.46 2 menit baca
Mengapa Garam Pernah Lebih Berharga Dari Emas Dalam Sejarah Dunia?
Mengapa Garam Pernah Lebih Berharga Dari Emas Dalam Sejarah Dunia?, Source: Istimewa

Catatan perjalanan komoditas garam selama lebih dari 5.000 tahun membuktikan bahwa bahan mineral esensial ini tidak hanya memengaruhi sistem pengawetan makanan, tetapi juga berhasil menggerakkan tatanan ekonomi dan politik dunia.

Baca juga: Kok Air Laut Bisa Terasa Asin? Ternyata Ini Penyebabnya

Jejak Sejarah Garam Dalam Peradaban

Dilansir dari CNBC Indonesia, panen garam pertama kali dilakukan di China dan Mesir pada era kuno sekitar 3.000 Sebelum Masehi (SM). Pekerja di China kemudian mulai mengebor sumur air garam sedalam 91 meter pada 252 Sebelum Masehi.

Penggunaan komoditas garam juga membentuk kata salary, salad, sausage, dan sauce dalam bahasa Inggris pada masa Romawi Kuno. Sementara itu, penemuan bubuk mesiu pada abad ke-9 hingga ke-11 memanfaatkan formula kimia mineral tersebut.

Venesia serta Dinasti Habsburg pada abad ke-13 bahkan memanfaatkan garam sebagai sumber kekuatan politik utama. Pengasinan bahan makanan kemudian menjadi kunci pemenuhan logistik pasukan serta penambangan tambang Wieliczka, Polandia, yang berkembang pesat.

Memasuki era industri tahun 1807, unsur natrium pertama kali berhasil diisolasi dari bahan mineral tersebut oleh para ilmuwan. Peristiwa Pawai Garam Gandhi pada April 1930 lantas menjadi momentum bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan bangsa India.

Perubahan Fungsi Dan Keperluan Industri

Perkembangan teknologi pengalengan pada tahun 1830-an serta hadirnya mesin pendingin pada tahun 1910 mulai mengurangi ketergantungan masyarakat pada pengawetan tradisional. Namun, penemuan minyak Spindletop tahun 1901 di dekat kubah komoditas tersebut membuka era energi baru.

Garam kemudian dijadikan instrumen kesehatan melalui penambahan iodium serta dimanfaatkan sebagai tempat cadangan minyak strategis Amerika Serikat. Sekarang pencairan es jalanan di musim dingin menjadi pasar modern terbesar bagi komoditas mineral esensial tersebut.

Di Indonesia sendiri, sebagian besar kebutuhan komoditas garam justru terserap oleh sektor industri Chlor-Alkali Plant nasional. Bahan baku berkualitas tinggi tersebut diproses secara khusus untuk menghasilkan pasokan soda kaustik serta klorin secara berkelanjutan.

Baca juga: Benarkah Makan Gratis Jadi Awal Kemunduran Kekaisaran Romawi?

Nah Warginet, perjalanan panjang peradaban garam membuktikan betapa besarnya pengaruh bahan mineral ini bagi kehidupan manusia. Keberadaan komoditas esensial ini dipastikan akan terus memegang peranan kunci dalam menyokong berbagai sektor industri modern.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca