Infogarut

Misro, Jajanan Singkong yang Manisnya Tersembunyi di Dalam

M
Mutiara LestariPublisher
13 Oktober 2026 pukul 07.54 5 menit baca
Misro, Jajanan Singkong yang Manisnya Tersembunyi di Dalam
Misro, Jajanan Singkong yang Manisnya Tersembunyi di Dalam (Sumber: ROHE Creative Studio)

Warginet, pernah nggak sih membeli gorengan yang dari luar kelihatannya biasa saja, tetapi begitu digigit ternyata punya kejutan di dalamnya?

Nah, salah satu jajanan yang punya kejutan sederhana itu adalah misro. Bentuknya mungkin nggak neko-neko, hanya bulatan gorengan berwarna keemasan. Namun, begitu digigit, ada rasa manis dari gula merah yang berpadu dengan singkong.

Jajanan tradisional Sunda ini membuktikan kalau makanan enak nggak selalu harus dibuat dari bahan mahal atau punya tampilan yang mewah. Dari singkong dan gula merah saja, bisa lahir camilan sederhana yang punya cita rasa khas.

Yuk, Warginet, kenalan lebih dekat dengan misro dan cerita di balik jajanan yang satu ini!

Baca Juga: Dari Makanan Sederhana, Tutug Oncom Jadi Ikon Kuliner Sunda

Misro, Jajanan Apa Sih?

Misro merupakan salah satu jajanan tradisional Sunda yang dibuat dari singkong parut dengan isian gula merah, kemudian digoreng hingga matang. Bahan pembuatannya relatif sederhana, yaitu singkong, gula merah, kelapa, dan sedikit garam.

Dalam buku "Dukungan Makanan Tradisional dalam Menunjang Suguhan Wisata di Jabar Selatan", adonan singkong yang telah diparut dicampur dengan kelapa dan garam, kemudian dibentuk dengan gula merah di bagian tengahnya sebelum digoreng.

Hasilnya adalah jajanan dengan bagian luar yang matang kecokelatan, sementara bagian dalamnya menyimpan rasa manis dari gula merah.

Misro biasanya cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi, terutama ketika masih hangat. Perpaduan singkong dan gula merah membuat rasanya sederhana, tetapi tetap punya ciri khas yang mudah dikenali.

Dari Singkong dan Gula Merah, Kok Bisa Seenak Itu?

Kalau dilihat dari bahan-bahannya, misro sebenarnya nggak membutuhkan banyak komponen. Nggak ada topping berlapis-lapis atau isian yang macam-macam. Cuma singkong, gula merah, kelapa, dan sedikit garam.

Tapi justru perpaduan bahan itulah yang membuat misro menarik.

Bagian luar sederhana, bagian dalamnya manis

Bayangkan misro yang baru diangkat dari penggorengan. Bagian luarnya sudah berwarna keemasan, lalu ketika dibelah, terlihat bagian dalam berbahan singkong dengan gula merah di tengahnya.

Saat masih hangat, gula merah di bagian dalam bisa menjadi lebih lunak dan terasa legit. Rasa manisnya berpadu dengan singkong yang gurih, sementara kelapa dalam adonan memberikan karakter rasa tambahan.

Sederhana, tetapi setiap bahan punya perannya masing-masing.

Nggak perlu banyak bahan untuk menghasilkan rasa yang khas

Singkong menjadi bahan utama yang membentuk tekstur misro, sedangkan gula merah memberikan rasa manis di bagian tengah. Sedikit garam digunakan dalam adonan untuk melengkapi rasanya.

Proses menggoreng kemudian membuat bagian luar misro matang dan berwarna kecokelatan. Jadi, kelezatan misro bukan berasal dari banyaknya bahan, melainkan dari perpaduan bahan sederhana dan cara pengolahannya.

Kalau dipikir-pikir, jajanan ini memang punya konsep yang simpel: bagian luarnya gurih, bagian dalamnya manis. Nggak heran kalau misro bisa menjadi pilihan camilan untuk orang yang suka gorengan dengan sentuhan rasa manis.

Misro Itu Singkatan dari Apa?

Ternyata, nama misro juga punya cerita yang menarik, Warginet.

Dalam ungkapan Sunda, misro berasal dari kata amis di jero, yang berarti “manis di dalam”. Nama tersebut merujuk pada gula merah yang disimpan di bagian tengah adonan singkong.

Nama ini terasa pas karena langsung menggambarkan karakter makanannya. Dari luar, misro terlihat seperti gorengan singkong biasa. Namun, rasa manisnya justru tersembunyi di bagian dalam.

Menariknya, nama tersebut juga menunjukkan bagaimana bahasa Sunda bisa hadir dalam keseharian melalui makanan. Nama jajanan bukan sekadar sebutan, tetapi bisa menjadi cara sederhana untuk menjelaskan bahan, bentuk, atau karakter rasa.

Jadi, kalau nanti Warginet menemukan misro, sekarang sudah tahu alasan di balik namanya, kan?

Misro dan Combro, Mirip Bentuknya tetapi Beda Isi

Warginet mungkin sudah nggak asing lagi dengan combro. Sekilas, combro dan misro memang mirip karena sama-sama menggunakan singkong sebagai bahan utama dan dibentuk sebelum digoreng.

Namun, pembeda paling mudah ditemukan pada isiannya.

Misro menggunakan gula merah sebagai isian sehingga menghasilkan rasa manis. Sementara itu, combro dikenal dengan isian oncom berbumbu yang memberikan cita rasa gurih.

Perbedaan ini juga tercermin dalam namanya. Misro berasal dari amis di jero, sedangkan combro merupakan akronim dari oncom di jero.

Kalau Warginet sedang ingin camilan manis, misro bisa menjadi pilihan. Namun, kalau lebih suka rasa gurih dengan bumbu yang kuat, combro mungkin lebih cocok.

Keduanya sama-sama memanfaatkan singkong, tetapi menghasilkan pengalaman makan yang berbeda.

Kenapa Jajanan Tradisional Seperti Misro Masih Menarik Dikenal?

Di tengah banyaknya pilihan camilan modern, jajanan tradisional tetap punya daya tariknya sendiri.

Misro, misalnya, menawarkan perpaduan rasa yang mudah dipahami: singkong yang gurih dengan gula merah yang manis. Bentuknya sederhana, bahan-bahannya familiar, dan cara pembuatannya pun tidak membutuhkan banyak komponen.

Buat generasi muda, mengenal jajanan seperti misro juga bisa menjadi cara untuk lebih dekat dengan kuliner tradisional Sunda. Apalagi, banyak makanan tradisional menyimpan cerita yang menarik untuk dibahas, mulai dari asal nama hingga cara masyarakat mengolah bahan pangan yang tersedia.

Misro mungkin bukan jajanan dengan tampilan paling mencolok di antara berbagai camilan kekinian. Namun, justru kesederhanaannya bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Kadang, makanan yang menarik untuk dikenang bukan hanya yang sedang viral, tetapi juga yang punya rasa khas dan cerita di baliknya.

Manisnya Sederhana, Ceritanya Nggak Sederhana

Warginet, dari misro kita bisa melihat bahwa makanan tradisional punya cara tersendiri untuk menunjukkan keistimewaannya.

Nggak perlu bahan mahal, tampilan rumit, atau isian yang berlebihan. Singkong, gula merah, kelapa, dan sedikit garam saja sudah bisa menghasilkan camilan dengan perpaduan rasa yang khas.

Nama amis di jero juga membuat misro terasa semakin menarik. Bukan hanya menjelaskan rasa manis di bagian dalam, tetapi sekaligus memperlihatkan bagaimana bahasa dan kebiasaan masyarakat Sunda hadir dalam kuliner sehari-hari.

Baca Juga: Resep Asing Diolah Jadi Sajian Lokal, Begini Perjalanan Perkedel di Indonesia

Jadi, kalau suatu saat Warginet menemukan misro di antara jajanan pasar atau gorengan di warung, jangan langsung menganggapnya sebagai camilan biasa.

Karena di balik bentuknya yang sederhana, ada perpaduan rasa, kreativitas mengolah bahan pangan, dan cerita bahasa yang membuatnya layak terus dikenal.

Sumber: Dukungan Makanan Tradisional dalam Menunjang Suguhan Wisata di Jabar Selatan, Kamus Kuliner Jawa Barat, Kementerian Pendidikan

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca