Infogarut

Peran UMKM Dalam Perkembangan Ekonomi Masyarakat Garut (Potensi dan Tantangannya)

I
InfogarutPublisher
17 Agustus 2026 pukul 12.07 4 menit baca
Peran UMKM Dalam Perkembangan Ekonomi Masyarakat Garut (Potensi dan Tantangannya)
AI

Ketika kita membicarakan tentang Garut, masyarakat luar pasti mengaitkan Garut dengan Dodol Garut yang legit dan kerajinan kulit Sukaregang (seperti jaket kulit, tas kulit, dan sepatu kulit). Garut dikenal dengan julukan “Swiss Van Java” nya Indonesia karena terkenal dengan letak geografis dan keindahan alam yang sangat indah. Selain memiliki potensi alam yang sangat memukau, Garut juga memiliki potensi besar lainnya seperti pada bidang pariwisata, pertanian, kuliner, kerajinan lokal, hingga industri kreatif yang menjadi penopang ekonomi Garut.

Ketika membahas tentang perputaran ekonomi, kita tidak akan pernah terlepas dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut menunjukkan jumlah pelaku UMKM di Garut selama 5 tahun terakhir di dominasi oleh tingkat mikro (usaha dengan aset Rp. 50.000.000 dan omzet tahunan di bawah Rp. 300.000.000) sebanyak 62% (Alpin Nurzaman, 2023).

Itu artinya, peran UMKM menjadi penopang keberlangsungan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat Garut. Saya tertarik untuk membahas ini karena saya punya pengalaman observasi ke berbagai daerah Garut bersama teman – teman untuk mencari pelaku usaha UMKM sebagai syarat tugas perkuliahan.

Saat observasi, saya banyak mengunjungi berbagai UMKM seperti konveksi rumahan, kerajinan kulit, rumah produksi makanan keringan, dan masih banyak lagi. Ini menjadi kesempatan emas bagi saya untuk untuk melihat langsung bagaimana para pelaku usaha mempertahankan usahanya. 

Saat observasi dan diskusi langsung bersama pelaku UMKM ke berbagai daerah Garut, saya menyimpulkan dibalik besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian, rupanya para pelaku UMKM menghadapi banyak sekali tantangan dalam mempertahankan usahanya.

Kita pasti berfikir jika ingin mempertahankan suatu usaha itu salah satu strateginya itu dengan menaikan keuntungan maksimal yang berasal dari suatu hasil penjualan UMKM. Cara yang paling sering dipakai itu adalah dengan memperluas target, inovasi produk yang sedang naik daun, atau pemasaran produk dengan konten yang bagus di media sosial.

Akan tetapi, cara tersebut belum tentu berhasil untuk meningkatkan keuntungan yang maksimal dan tidak akan bertahan lama. Mengapa cara perluasan target, inovasi produk dan pemasaran digital itu belum tentu berhasil? Karena kunci utama untuk meningkatkan keuntungan dan mempertahankan sebuah usaha tidak hanya terletak pada kemampuan pemilik usaha dalam mengejar target ataupun inovasi, melainkan harus di imbangi juga dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sistem kerja yang terkoordinasi (Nurhayati, 2026)

Berdasarkan hasil observasi yang pernah di lakukan oleh saya, banyak sekali pelaku UMKM yang mengeluhkan sulitnya mencari tenaga kerja yang mampu bekerja sesuai dengan standar pekerjaan yang ingin mereka tetapkan.

Pas saya mengobrol langsung dengan pelaku UMKM, saya sangat kagum dengan kepekaan mereka terhadap peluang pasar yang sangat besar, meskipun mayoritas dari mereka memiliki keterbatasan pendidikan formal. Rata - rata pemilik UMKM ini membangun usahanya dari nol, dan ada juga yang meneruskan usaha keluarganya. Sayangnya, terdapat celah dari keterbatasan latar belakang pendidikan dan muncul menjadi tantangan baru.

Karena mereka tidak terbiasa dengan administrasi formal seperti digitalisasi pembukuan hasil penjualaan produk tiap bulan, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja. Para pemilik UMKM ini akhirnya kesusahan dalam mengontrol kerja karyawanya karena kebanyakan pemilik UMKM sering mengandalkan standar kerja yang disampaikan dari mulut ke mulut.

Nah akibat dari kurang tegasnya aturan kerja, para karyawan di bagian produksi sering kali tidak tahu dan kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Realitanya, karena level usaha mereka itu mikro dan bukan perusahaan besar berbentuk PT, sistem ikatan kerja mereka itu sangat longgar. Terkadang pemilik UMKM sering kali curhat dan mengeluh kalau mereka itu sangat susah buat nyari karyawan yang kerjanya bisa sesuai dengan standar yang mereka mau.

Hubungan kerja di wilayah perdesaan biasanya di dasari dengan rasa kekeluargaan atau tetangga dekat yang malah bikin pekerja itu cenderung bekerja semaunya mereka seperti mengabaikan ketepatan waktu kerja, kerja di bawah standar kerja yang sudah di tetapkan, bahkan ada juga karyawan yang ingin pekerjaan nya itu bisa di bawa pergi ke rumah masing - masing yang dapat menimbulkan keluar biaya transportasi yang tinggi. 

Melihat permasalahan pada sistem manajemen internal ini, para pemilik UMKM seolah dibiarkan berjuang sendirian tanpa pegangan. Disinilah pentingnya Pemerintah Garut dan harusnya hadir buat ngasih solusi yang berdampak nyata, bukan cuma sekedar membagikan bantuan modal usaha ataupun seminar.

Langkah awal yang bisa di ambil pemerintah adalah dengan melakukan pendataan kembali jumlah UMKM yang ada di Garut. Lewat data ini, pemerintah bisa mengadakan program pelatihan khusus bagi para pelaku UMKM secara merata di berbagai wilayah, untuk memperbaiki sistem kerja yang tadinya aturan kerjanya itu dari mulut ke mulut bergeser menjadi aturan tertulis dan memperbaiki tata kelola administrasi menjadi lebih terstruktur.

Penulis: Resa Syaidatul Jasimah

Penyunting: Fadillah Nurkalam dan Reni Mardiani

====

50 Tulisan Pilihan dari Penulis Terbaik Infogarut Write Fest 2.0

Perjalanan, cerita, keresahan, hingga sudut pandang tentang Garut terangkum dalam 50 tulisan pilihan dari para penulis terbaik Infogarut Write Fest 2.0.

Setiap tulisan membawa cerita dan perspektif yang berbeda, menjadi bagian dari rekaman kecil tentang Garut dan segala dinamikanya.

📖 Ingin membaca cerita selengkapnya?

Yuk, temukan 50 tulisan pilihan tersebut dalam e-book Infogarut Write Fest 2.0 melalui link berikut:

🔗 [LINK E-BOOK]

Selamat membaca dan menikmati cerita dari para penulis Garut!

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca