Kementerian Agama (Kemenag) mencatat data populasi santri di Indonesia mencapai 8,35 juta orang yang menimba ilmu di lebih dari 637 ribu satuan pendidikan keagamaan Islam dalam rangka memperingati momentum Hari Santri Nasional.
Baca juga: Hari Santri Nasional 2026 Bawa Karya Dan Inovasi Generasi Muda Untuk Bangsa
Sebaran Populasi Santri di Indonesia
Mengacu pada data dari Education Management Information System (EMIS) Kemenag, Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah dengan jumlah santri terbanyak. Pemusatan peserta didik terbanyak di luar Pulau Jawa tercatat berada di Provinsi Aceh.
Berikut daftar sepuluh provinsi dengan jumlah santri terbanyak Tahun Angkatan 2026/27 Ganjil per Oktober 2026 berdasarkan data dari Kemenag:
Jawa Timur: 2,38 juta orang
Jawa Barat: 1,80 juta orang
Jawa Tengah: 1,57 juta orang
Aceh: 0,29 juta orang
Sumatera Utara: 0,23 juta orang
Jambi: 0,21 juta orang
Riau: 0,21 juta orang
Banten: 0,20 juta orang
Sulawesi Selatan: 0,18 juta orang
Kalimantan Timur: 0,18 juta orang
Populasi Santri Berdasarkan Lembaga
Lembaga pendidikan keagamaan Islam di Indonesia terbagi ke dalam berbagai jenis satuan pendidikan formal maupun nonformal. Pengusungan tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" diharapkan mendorong peserta didik menjadi penggerak masa depan bangsa.
Mengutip laporan Kementerian Agama (Kemenag), berikut data sebaran jumlah santri berdasarkan jenis satuan pendidikan Tahun Angkatan 2026/27 Ganjil per Oktober 2026:
Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT): 2,94 juta orang
Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ): 2,36 juta orang
Pondok Pesantren: 2,24 juta orang
Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah: 0,37 juta orang
Satuan Pendidikan Muadalah: 0,29 juta orang
Pendidikan Diniyah Formal (PDF): 0,09 juta orang
Ma'had Aly: 0,06 juta orang
Baca juga: Garut Miliki 190 Ustadz dan Ustadzah, Masuk Daftar Terbanyak di Jabar
Jadi Warginet, pemetaan populasi santri di Indonesia mencerminkan besarnya potensi generasi muda dalam menguatkan sektor pendidikan keagamaan. Peran aktif dari seluruh pihak menjadi kunci utama untuk mewujudkan masa depan bangsa yang berdaya saing.






