Infogarut

Puluhan Satwa Kena Asap di Kalimantan, Habitat Orangutan Jadi Taruhan

M
Muhamad Renaldi SPublisher
24 Oktober 2026 pukul 16.09 2 menit baca
Puluhan Satwa Kena Asap di Kalimantan, Habitat Orangutan Jadi Taruhan
Puluhan Satwa Kena Asap di Kalimantan, Habitat Orangutan Jadi Taruhan, Source: Generated by AI

Pemerintah Indonesia mengerahkan armada pesawat udara untuk uji penanganan asap karhutla akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Palembang. Langkah darurat tersebut memanfaatkan penaburan bahan dry ice atau karbon dioksida padat ke udara guna memecah gumpalan polusi.

Baca juga: BRIN Terapkan Metode Teknologi Dry Ice Karhutla Untuk Urai Kabut Asap

Metode Dan Cara Kerja Uji Dry Ice

Berdasarkan laporan National Geographic Indonesia, penyebaran 1,5 ton dry ice perdana berlangsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto pada hari Kamis. Langkah Modifikasi Cuaca (MC) ini berbeda dari penyemaian awan konvensional karena tidak bertujuan memicu hujan atau membutuhkan keberadaan awan di langit.

"Target utamanya adalah area hulu angin di sekitar bandara agar jarak pandang membaik dan penerbangan vital bisa beroperasi kembali," tutur Direktur Operasi Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Budi Harsoyo.

Proses pendinginan cepat dari bahan karbon dioksida padat ini dirancang untuk merusak lapisan inversi suhu atmosfer setempat. Fenomena inversi suhu tersebut selama ini mengurung hawa dingin serta gumpalan asap tebal karhutla agar tetap berada dekat permukaan tanah.

Dampak Hasil Dan Evaluasi Lapangan

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan, menyebutkan total 2,4 ton dry ice disebar pada 15 dan 16 Oktober. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mencatat jarak pandang di Palembang sempat membaik hingga 6.000 meter.

Namun, Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengingatkan bahwa hasil operasi udara tersebut masih berfluktuasi. Kondisi jarak pandang dilaporkan berpotensi memburuk kembali menjelang sore hari akibat pergerakan angin yang membawa polusi asap baru.

"Jika metode ini terbukti efektif, hemat biaya, dan dapat diterapkan di wilayah lain, maka penggunaannya berpeluang diperluas," beber Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi.

Pemerintah terus mengkaji opsi perluasan teknologi ini ke provinsi prioritas lain seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, serta Kalimantan. Langkah evaluasi teknis ini sangat penting sebelum menerapkan teknologi modifikasi cuaca pada wilayah lain.

Baca juga: Isu Konsesi Sawit dan Tambang, Kebakaran Hutan Kalimantan Jadi Sorotan

Jadi Warginet, inovasi penaburan dry ice menjadi salah satu opsi darurat untuk memulihkan jarak pandang penerbangan akibat karhutla. Evaluasi berkala tetap sangat diperlukan demi memastikan tingkat efektivitas serta efisiensi biaya pada wilayah beriklim tropis.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca