Sajian perkedel kentang merupakan lauk pauk yang sangat populer dan hampir selalu tersedia di meja makan masyarakat Indonesia. Penelusuran resep ini mengungkap fakta sejarah menarik mengenai perjalanan olahan makanan kelas atas era Hindia Belanda.
Baca juga: Siapa Sangka Perkedel Punya Hubungan dengan Kuliner Eropa Era Kolonial?
Sajian Perkedel Sebagai Penanda Kelas
Melansir dari artikel yang diterbitkan oleh Tirto.id, kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara sejak abad ke-16 membawa pengaruh amat besar terhadap budaya makan. Makanan mewah bergaya Barat sengaja dijadikan penanda status sosial untuk membedakan masyarakat Eropa dari warga pribumi.
Pada masa kolonial Hindia Belanda, berbagai sajian kelas atas seperti olahan daging mewah dan wine selalu disajikan khusus dalam perjamuan rijsttafel. Bahkan, sejumlah buku masak kala itu secara tegas memisahkan kategori masakan Belanda dengan masakan khusus milik warga bumiputra.
Akses masyarakat lokal terhadap kebudayaan kuliner Eropa tersebut berlangsung secara bertahap melalui lingkungan keluarga priyayi dan tempat pendidikan khusus. Lembaga sekolah rumah tangga perempuan menjadi sarana utama bagi warga bumiputra untuk mempelajari berbagai resep masakan Barat.
Seni Akulturasi Kuliner Masyarakat
Pada awalnya, hidangan frikadel dibuat menggunakan bahan utama berupa daging giling pilihan yang dibumbui padat lalu digoreng hingga matang sempurna. Namun, tingginya harga daging mendorong para juru masak pribumi untuk berinisiatif mengganti bahan utama tersebut dengan kentang yang lebih terjangkau.
Proses modifikasi resep masakan tersebut juga dibarengi dengan penyesuaian pelafalan nama hidangan yang disesuaikan dengan kebiasaan lidah masyarakat lokal. Kata frikadel perlahan berubah menjadi perkedel atau bergedel yang jauh lebih mudah diucapkan oleh masyarakat di berbagai pelosok daerah.
Proses inovasi kreatif ini membuktikan bahwa masyarakat bumiputra mampu mengolah pengaruh budaya asing menjadi hidangan baru yang sangat nikmat. Melalui peran para juru masak di rumah tangga kolonial dan warung makan, olahan ini terus berkembang luas menjadi sajian khas nasional.
Baca juga: Mengenal Endog Lewo, Camilan Khas Malangbong Garut yang Melegenda
Jadi Warginet, penelusuran sejarah perkedel membuktikan betapa kaya dan menariknya perjalanan panjang perkembangan dunia kuliner khas di tanah air. Kejelian para leluhur dalam mengolah resep berhasil melahirkan sajian lezat yang kini menjadi kebanggaan kita semua.






