Setiap negara memiliki kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda sehingga memengaruhi kehidupan masyarakatnya. Laporan Emosi Global Gallup 2026 menunjukkan berbagai tantangan tersebut ikut berpengaruh terhadap tingkat kemarahan yang dirasakan penduduk di sejumlah wilayah dunia.
Baca juga: Gallup Rilis Daftar Negara dengan Tingkat Kemarahan Tertinggi di Dunia
Faktor yang Memengaruhi Tingkat Kemarahan
Negara-negara yang mencatat tingkat kemarahan tinggi umumnya sedang menghadapi konflik berkepanjangan, krisis kemanusiaan, ketidakstabilan politik, maupun tekanan ekonomi. Berbagai persoalan tersebut membuat masyarakat hidup di bawah tekanan sehingga memengaruhi kondisi emosional mereka.
Republik Demokratik Kongo menjadi salah satu contoh yang menggambarkan kondisi tersebut. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 27,7 juta penduduk mengalami kelaparan akut pada 2025, sedangkan lebih dari 7,8 juta orang terpaksa mengungsi akibat konflik yang terus berlangsung.
Selain memicu pengungsian dan krisis pangan, konflik berkepanjangan juga memperburuk inflasi serta menghambat distribusi bantuan kemanusiaan. Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya wabah kolera, campak, hingga Ebola di sejumlah wilayah yang terdampak.
Irak juga masih menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas sejak invasi pada 2003. Sementara itu, Palestina terus berhadapan dengan konflik, pembatasan aktivitas, dan tekanan ekonomi yang berdampak terhadap kehidupan serta kondisi emosional masyarakat setiap hari.
Negara dengan Tingkat Kemarahan Terendah
Laporan Emosi Global Gallup tidak hanya memuat negara dengan tingkat kemarahan tertinggi, tetapi juga negara yang mencatat persentase kemarahan paling rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kondisi sosial di setiap negara menghasilkan tingkat kesejahteraan emosional yang berbeda.
Finlandia masih mempertahankan predikat sebagai negara paling bahagia di dunia selama sembilan tahun berturut-turut. Meski demikian, Vietnam justru menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat kemarahan terendah dalam hasil survei tersebut. Daftar lengkapnya sebagai berikut:
Vietnam: 5%
Finlandia: 5%
Meksiko: 7%
Islandia: 7%
Kosovo: 7%
Portugal: 8%
Mauritius: 8%
Estonia: 8%
Kroasia: 8%
Kazakhstan: 8%
Nah Warginet, temuan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu negara tidak hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB). Kesehatan mental, stabilitas sosial, dan kesejahteraan emosional masyarakat juga menjadi indikator penting yang perlu mendapat perhatian.
Sumber: CNBC Indonesia






