Bulu Tangkis Indonesia Catat Sejarah Buruk di Thomas Cup 2026
Bulu tangkis Indonesia mencatat sejarah buruk di Thomas Cup 2026 usai gagal lolos fase grup, Liem Swie King soroti perlunya evaluasi tim secara menyeluruh.
Bulu Tangkis Indonesia gagal lolos dari fase grup Thomas Cup 2026 setelah menelan kekalahan 1-4 dari Prancis pada laga terakhir Grup D. Hasil ini sekaligus menjadi catatan pertama sepanjang sejarah tim beregu putra Indonesia yang tidak mampu melaju ke babak berikutnya.
Baca juga: Jonathan Christie Gagal ke Semifinal BAC 2026 Usai Kalah dari Wakil India
Indonesia Kalah dari Prancis
Dilansir dari detikSport, tim beregu putra Indonesia harus mengakui keunggulan dari Prancis dalam laga penentuan Grup D. Kekalahan ini memastikan langkah bulu tangkis Indonesia terhenti lebih awal di Thomas Cup 2026.
Pada pertandingan tersebut, tiga tunggal putra Indonesia gagal menyumbang poin di partai awal. Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting tidak mampu meraih kemenangan sehingga membuat Indonesia tertinggal sejak awal pertandingan.
Liem Minta Evaluasi Tim
Kekalahan Indonesia berlanjut di partai keempat melalui pasangan Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Satu-satunya kemenangan diraih pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, namun tidak cukup karena Indonesia membutuhkan minimal dua kemenangan untuk lolos dari fase grup Thomas Cup 2026.
Kegagalan di Thomas Cup 2026 menjadi catatan buruk bagi Indonesia sebagai salah satu kekuatan besar bulu tangkis dunia. Liem Swie King yang pernah membawa Indonesia menjadi juara pada 1976, 1979, dan 1984 mengaku sedih serta menilai hasil ini tidak sesuai prediksi, sehingga perlu evaluasi dan latihan lebih keras.
Baca juga: Fajar/Fikri Lolos 16 Besar BAC 2026 Usai Tumbangkan Wakil China
Hasil di Thomas Cup 2026 ini menjadi peringatan serius bagi bulu tangkis Indonesia untuk segera berbenah dan meningkatkan kualitas tim. Nah Warginet, evaluasi menyeluruh dan kerja keras menjadi kunci agar Indonesia bisa kembali bersaing di level dunia.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.