https://dev.news.makassarkota.go.id/public/pgsoft-demo/ https://jdih.sumbawabaratkab.go.id/lato/pg-soft-demo/ https://dev.news.makassarkota.go.id/public/slot-gacor/ http://pbb.tanahbumbukab.go.id/-/slot-gacor/ slot gacor https://siakad.unipra.ac.id/sass/slot-gacor-x500/ http://kpm.dinus.ac.id/assets/images/berita/slot/ Mengenang Intan Sineplek, Bioskop Lawas di Garut | Infogarut.id

Mengenang Intan Sineplek, Bioskop Lawas di Garut

Mengenang Intan Sineplek, Bioskop Lawas di Garut

Sebelum berdirinya Bioskop XXI di Ramayana Garut, terhitung 18 tahun Garut tidak memiliki bioskop. Namun, jauh sebelumnya, sekitar tahun 80-90an, Garut memiliki 4 bioskop yang menjadi idola kawula muda. Bioskop pertama yang terkenal adalah Intan Sineplek, atau lebih akrab disapa Bioskop Intan. Bioskop ini terkenal karena bangunannya cukup bagus diantara bangunan lain pada tahun 90an. 

Lokasi bioskop Intan Sineplek ada di Jl. Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota. Bioskop tersebut terletak jauh dari pusat perbelanjaan Asia Plaza. Pada zamannya, Bioskop Intan menjadi primadona warga Garut 90an. 

Keberadaan bioskop ini tidak lepas dari peranan keluarga pengusaha keturunan Pakistan asal Tasikmalaya, Tuan Nissar. Kurang lebih satu tahun proses pembangunan, Intan Sineplek menggelar tayang di tahun 1997. Tuan Nissar mengutus saudaranya bernama Aas sebagai orang kepercayaannya.

Terdapat 25 pegawai pada masa awal tayang yang terdiri dari pegawai penjual tiket, penyobek tiket, penjaga kantin, cleaning service, petugas tirai, operator, serta teknisi proyektor, dan lainnya.

Berbeda dengan bioskop-bioskop lainnya di Garut pada masa itu, Bioskop Intan mengusung konsep sineplex yang modern. Memiliki 4 studio kecil, terletak di lantai dua, dengan daya tampung 160 kursi. Interiornya pun begitu khas. 

Kursi terbuat dari rangka besi dan triplek serta busa pada bagian alas duduk yang dilapisi kain merah. Letak kursi tidak lagi menunjukkan kelas. Setiap kursi berbaris sesuai kode mulai dari A hingga I dan diberi nomor. Lantai dilapiris karpet merah. Namun, layarnya hanya menggunakan tembok. Tirai penutupnya pun harus dioperasikan secara manual dengan ditarik petugas.

Fasilitas lain yang bisa dirasakan di bioskop Intan ada ruang musala, toilet, dan kantin. Kursi sofa yang terdapat di lobi atas sebagai ruang tunggu calon penonton. Bagian depan bioskop terdapat spanduk-spanduk film yang siap ditonton oleh masyarakat. 

Pada awal pembukaan bioskop, masyarakat menyambutnya dengan membludaknya penonton. Film apapun yang ditayangkan selalu laris. Sayangnya, euforia itu hanya berlangsung hingga tahun 1999. 

Penurunan jumlah penonton mulai terasa. Terpaksa bioskop harus menggulung tayang di tahun 2013. Kini bangunannya terbengkalai. Pemilknya menjual bangunan tersebut. Maka, dengan tutupnya Bioskop Intan, berakhir juga masa kejayaan industri bioskop di Garut.


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.