Infogarut

Apa Rahasia Kebersihan Jalanan di Jepang meski Tong Sampah Minim?

M
Muhamad Renaldi SPublisher
6 November 2026 pukul 15.58 2 menit baca
Apa Rahasia Kebersihan Jalanan di Jepang meski Tong Sampah Minim?
Apa Rahasia Kebersihan Jalanan di Jepang meski Tong Sampah Minim?, Source: Istimewa

Kondisi kebersihan jalanan di Jepang selalu memukau para wisatawan asing meski lokasi penampungan limbah sangat jarang terlihat. Kerapian lingkungan tersebut tercipta lewat edukasi publik yang konsisten serta penerapan norma budaya setempat secara disiplin.

Baca juga: Pungut Limbah Plastik, Pelajar SD Bersihkan Pantai Karangpapak Garut

Budaya Kebersihan Jalanan di Jepang

Dalam artikel yang diterbitkan BBC Indonesia dijelaskan bahwa norma meiwaku o kakenai menjadi landasan utama warga untuk tidak merepotkan orang lain. Kebiasaan masyarakat yang jarang makan sambil berjalan turut meminimalisasi potensi ceceran limbah di ruang publik.

“Selama beberapa dekade, pemerintah daerah telah berinvestasi dalam kampanye antisampah, pendidikan publik, pembersihan jalan, serta berbagai langkah desain lingkungan,” kata Aya Yoshida.

Pemerintah daerah gencar berinvestasi pada kampanye antisampah, pendidikan publik, serta pembersihan kawasan berkala selama puluhan tahun. Kebijakan desain lingkungan terpadu juga dirancang secara efektif guna mencegah perilaku membuang bungkus makanan sembarangan di lokasi terbuka.

Pola hidup sehari-hari masyarakat setempat memang meminimalkan pembentukan sisa bungkus kemasan saat bepergian ke luar rumah. Disiplin diri yang tertanam kuat menjadikan area permukiman serta fasilitas umum tetap bersih tanpa ceceran kotoran.

Adaptasi Turis Dan Inovasi Kebersihan

Para pelancong asing pada awalnya merasa bingung saat kesulitan membuang bungkus jajanan dari 7-Eleven di sekitar area wisata. Namun, para pengunjung lambat laun mulai terbiasa membawa kantong pribadi sesuai tradisi warga Kota Tokyo.

Pemandu wisata Junko Yokoo menyebutkan banyak wisatawan asing yang menikmati indahnya pemandangan kota tanpa tumpukan bungkus sisa kemasan. Para turis akhirnya belajar menerima kebiasaan setempat untuk menyimpan limbah buangan pribadi hingga menemukan tempat pembuangan.

“Pada awalnya, tamu-tamu saya sering mengeluhkan sulitnya menemukan tempat sampah yang tersedia. Tetapi mereka juga menikmati melihat jalanan yang bebas sampah,” kata Junko Yokoo.

Fasilitas pembuangan limbah transparan sebenarnya masih tersedia di area gerbang tiket stasiun kereta di bawah pengawasan kamera. Stasiun Shinjuku bahkan mulai menguji coba robot penampung otomatis yang bergerak mengumpulkan limbah dari para penumpang.

Penyesuaian tata cara pengelolaan limbah buangan oleh para pengunjung asing memperlihatkan keberhasilan edukasi budaya di lingkungan terbuka. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menciptakan standar kerapian lingkungan yang diakui oleh dunia internasional.

Baca juga: Atasi Ketimpangan Dana Kelola TPA Pasir Bajing, Pemkab Garut Tambah Anggaran

Jadi Warginet, kebersihan jalanan di Jepang terwujud bukan karena melimpahnya wadah buangan, melainkan hasil kesadaran bersama dalam menjaga kenyamanan lingkungan. Sikap saling menghormati di ruang publik patut menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca