Infogarut

Kemendikdasmen Dorong Revitalisasi Bahasa Daerah, Sunda Jadi Sasaran

M
Muhamad Renaldi SPublisher
3 November 2026 pukul 14.52 2 menit baca
Kemendikdasmen Dorong Revitalisasi Bahasa Daerah, Sunda Jadi Sasaran
Kemendikdasmen Dorong Revitalisasi Bahasa Daerah, Sunda Jadi Sasaran, Source: Istimewa

Bahasa Sunda di Jawa Barat masuk prioritas program revitalisasi bahasa daerah Pulau Jawa oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Langkah pelindungan budaya ini memperkuat penggunaan bahasa ibu bagi generasi muda di tanah air.

Baca juga: Garut Catat 10 Lokasi Kampung Adat, Masuk Daftar Terbanyak di Jabar

Sebaran Program Revitalisasi Bahasa Daerah

Pelaksanaan program pelindungan bahasa daerah menjangkau 6 provinsi di Pulau Jawa dengan beragam dialek lokal. Upaya penguatan ini penting demi menjaga kelestarian identitas budaya daerah dari ancaman kepunahan penutur asli lingkungan.

Dalam publikasi Statistik Kebahasaan dan Kesastraan 2025 terbitan oleh Kemendikdasmen, berikut adalah sebaran bahasa daerah yang direvitalisasi di Pulau Jawa:

  1. DKI Jakarta: Bahasa Betawi

  2. Jawa Barat (Jabar): Bahasa Sunda

  3. Jawa Tengah (Jateng): Bahasa Jawa

  4. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): Bahasa Jawa

  5. Jawa Timur (Jatim): Bahasa Jawa Dialek Using dan Bahasa Madura

  6. Banten: Bahasa Jawa Dialek Banten dan Bahasa Sunda Dialek Banten

Upaya Pelindungan Bahasa Daerah

Program pelindungan bahasa daerah merupakan langkah penataan agar tuturan lokal tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi muda. Penerapan kegiatan kebahasaan dan pelibatan masyarakat luas menjadi sarana utama untuk efektivitas pembelajaran budaya.

Jawa Timur dan Banten masing-masing mempunyai 2 ragam tuturan daerah yang menjadi sasaran penguatan budaya. Sementara wilayah Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berfokus menjaga kelestarian penutur bahasa Jawa.

Baca juga: Garut Masuk Daftar Daerah dengan Wisata Buatan Terbanyak di Jawa Barat

Nah Warginet, penuturan bahasa Sunda di wilayah Jawa Barat perlu terus kita banggakan dalam kehidupan sehari-hari. Pelestarian budaya lokal menjadi tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca