Bahasa Sunda di Jawa Barat masuk prioritas program revitalisasi bahasa daerah Pulau Jawa oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Langkah pelindungan budaya ini memperkuat penggunaan bahasa ibu bagi generasi muda di tanah air.
Baca juga: Garut Catat 10 Lokasi Kampung Adat, Masuk Daftar Terbanyak di Jabar
Sebaran Program Revitalisasi Bahasa Daerah
Pelaksanaan program pelindungan bahasa daerah menjangkau 6 provinsi di Pulau Jawa dengan beragam dialek lokal. Upaya penguatan ini penting demi menjaga kelestarian identitas budaya daerah dari ancaman kepunahan penutur asli lingkungan.
Dalam publikasi Statistik Kebahasaan dan Kesastraan 2025 terbitan oleh Kemendikdasmen, berikut adalah sebaran bahasa daerah yang direvitalisasi di Pulau Jawa:
DKI Jakarta: Bahasa Betawi
Jawa Barat (Jabar): Bahasa Sunda
Jawa Tengah (Jateng): Bahasa Jawa
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): Bahasa Jawa
Jawa Timur (Jatim): Bahasa Jawa Dialek Using dan Bahasa Madura
Banten: Bahasa Jawa Dialek Banten dan Bahasa Sunda Dialek Banten
Upaya Pelindungan Bahasa Daerah
Program pelindungan bahasa daerah merupakan langkah penataan agar tuturan lokal tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi muda. Penerapan kegiatan kebahasaan dan pelibatan masyarakat luas menjadi sarana utama untuk efektivitas pembelajaran budaya.
Jawa Timur dan Banten masing-masing mempunyai 2 ragam tuturan daerah yang menjadi sasaran penguatan budaya. Sementara wilayah Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berfokus menjaga kelestarian penutur bahasa Jawa.
Baca juga: Garut Masuk Daftar Daerah dengan Wisata Buatan Terbanyak di Jawa Barat
Nah Warginet, penuturan bahasa Sunda di wilayah Jawa Barat perlu terus kita banggakan dalam kehidupan sehari-hari. Pelestarian budaya lokal menjadi tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tidak tergerus oleh perkembangan zaman.






