Beranda 10 Macam Penyakit yang Biasa Dialami oleh Masyarakat Sunda, Ada Yang Tahu?

10 Macam Penyakit yang Biasa Dialami oleh Masyarakat Sunda, Ada Yang Tahu?

8 bulan yang lalu - waktu baca 2 menit
Illustration : https://rey.id/blog/kesehatan/penyakit/sakit-perut-sebelah-kanan-atas/

Bahasa Sunda merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat di Jawa Barat. Mereka yang tinggal di daerah Jawa Barat pasti sudah mengenal dan terbiasa dengan Bahasa Sunda. Para pendatang yang berkunjung ke Jawa Barat tentu akan dihadapkan dengan orang yang menggunakan Bahasa Sunda dengan logat khas nya.

Selain menjadi bahasa bagi masyarakat di daerah Jawa Barat, Bahasa Sunda ini menjadi salah satu bahasa yang populer di Indonesia. Kosa kata dalam Bahasa Indonesia sangat banyak, mau tidak mau mereka yang ingin belajar Bahasa Sunda harus memahami setiap kosa kata dan penggunaan kalimatnya.

Untuk menambah kosa kata Bahasa Sunda, berikut nama penyakit yang biasa dialami oleh masyarakat sunda:

1.      Salatri, kondisi perut dalam keadaan kosong yang disertai dengan rasa pusing, mual, dan keringat dingin. Dengan kata lain penyakit ini muncul ketika kita telat makan.

2.      Seeul, kondisi perut dalam keadaan tidak nyaman dan merasa ingin muntah (mual).

3.   Kalikiben, rasa nyeri di dalam perut yang timbul jika perut terguncang-guncang sehabis makan atau minum karena berlari atau semacamnya.

4.   Balas Bogo, bercak putih di area wajah yang ditandai dengan kulit yang tampak lebih terang karena dipengaruhi oleh banyak hal seperti infeksi, luka, atau panu. Namun bagi masyarakat sunda, penyakit ini disebabkan karena mencuci muka dalam kondisi masih berkeringat dan panas setelah beraktivitas di bawah sinar matahari.

5.    Turuwisen, kondisi benjolan pada kelopak mata. Dalam masyarakat sunda, hal dialami oleh orang yang suka ngintip.

6.    Singsiremeun, kondisi anggota tubuh seperti tertusuk jarum  karena aliran darah tidak lancar. Rasa kebas atau mati rasa yang ditimbulkan karena adanya tekanan dibagian tubuh tertentu dalam waktu yang lama.

7.     Sisidueun, kondisi ketika seseorang mengeluarkan bunyi ‘hik’ tanpa disengaja. Hal ini bisa disebabkan karena faktor kedinginan.

8.  Gondongeun, kondisi bengkak di area rahang hingga leher yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang kelenjar air liur. Masyarkaat sunda percaya cara pengobatann gondongeun ini dengan menggunakan bulao.

9.   Rorombeheun, istilah yang digunakan oleh masyarakat sunda untuk telapak kaki yang permukaannya pecah-pecah.  

10.  Keongeun, kondisi kuku bagian tepi tumbuh menancap ke dalam kulit dan mengakibatkan cantengan sehingga menimbulkan bau tak sedap. Hal ini sering terjadi karena kesalahan memotong kuku yang terlalu pendek.

 

Sumber informasi : Buku “Peperenian Urang Sunda” karya tulisan Rachmat Taufiq Hidayat, Drs. Dingding Haerudin, Tedddy A.N. Muhtadin Darpan, dan Ali Sastramidjaja (Terbitan 2018)

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.