Angka Kemiskinan di Garut Meningkat, Bupati: Mudah-mudahan di Tahun Depan Menurun

Angka Kemiskinan di Garut Meningkat, Bupati: Mudah-mudahan di Tahun Depan Menurun
Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan, adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan angka kemiskinan di wilayahnya mengalami peningkatan.

Ia pun menginstruksikan jajarannya agar segera melakukan langkah-langkah besar, jangan sampai permasalahan tersebut dianggap main-main.

“Saya selaku penanggung jawab pemerintahan ini kita harus melakukan langkah-langkah besar, tidak boleh lagi main-main," tegas Bupati di hadapan para Kader Tim Pendamping Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Selasa (31/5/2022).

Dalam Launching Kegiatan Orientasi Kader Tim Pendamping Keluarga tersebut, Bupati menyampaikan angka kemiskinan di Garut pada tahun 2023 nanti ditargetkan sudah di angka 6 persen. 

Namun, sejak adanya pandemi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu berimbas pada meningkatnya kemiskinan yang sekarang berada di angka 10 persen.

"Angka kemiskinan kita direncanakan tahun 2023 ini sudah di angka 6%, tapi 2019 kita sudah masuk di angka 8% tapi sekarang terjun bebas lagi ke angka 10% karena Covid-19,” ungkapnya.

Ia pun berharap, di tahun depan angka kemiskinan di Garut dapat kembali menurun.

"Ini menjadi persoalan yang sangat serius mengenai angka kemiskinan yang terus meningkat, tapi saya mau menekan dan menurunkan kembali mudah-mudahan di tahun depan angka kemiskinan kita sudah di angka 8% kembali,” katanya.

Rudy menyampaikan, permasalahan kemiskinan pun sangat erat kaitannya dengan masalah gagal tumbuh anak atau stunting.

Ia menyebutkan, masalah stunting 99,8 persen diakibatkan oleh faktor kemiskinan di mana terdapat banyak keluarga yang tidak mampu membiayai pola hidup yang sehat.

Sementara itu, Sekretaris DPPKBPPPA, Rahmat Wibawa menerangkan, acara Launching Kegiatan Orientasi Kader Tim Pendamping Keluarga diharapkan pemerintah dapat mengantisipasi adanya penambahan kasus stunting, sehingga dapat tercapai kondisi zero stunting.

Rahmat menambahkan, kondisi zero stunting berarti tidak ada lagi penambahan kasus stunting di masyarakat. 

Adapun pada bulan ini, pihaknya menggelar sebuah gerakan penimbangan pengukuran lingkar lengan atas bayi di setiap posyandu. nantinya, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diwajibkan memantau pelaksanaannya secara langsung.

Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.