Berikut Perbedaan Rapid Antibody, Rapid Antigen dan PCR Swab Test

  • Whatsapp
Ilustrasi Metode Tes Covid-19 (Sumber : klikdokter.com)

Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), banyak pertanyaan tentang apa itu rapid test, swab, dan PCR serta apa perbedaannya. Ketiganya adalah istilah yang berkaitan dengan diagnosis Covid-19.

Namun tak sedikit masyarakat yang belum terlalu paham mengenai perbedaan ketiga jenis tes tersebut sebagai diagnosis Covid-19.

Bacaan Lainnya

banner 728x250

Beberapa daerah saat ini mewajibkan masyarakat untuk melakukan tes diagnosa awal Covid-19 sebagai syarat masuk wilayahnya.

Wargi Garut, berikut ini kami rangkum perbedaan ketiga istilah tersebut.

Rapid Antibody

Rapid test antibodi adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.

Pelaksanaan rapid test biasa dilakukan lewat pengambilan sampel darah dari tubuh pasien. Perlengkapan rapid test akan mengenali protein antibodi dalam sampel tersebut.

Akurasi rapid tes berisiko tidak akurat bila dilakukan pada yang belum pernah terinfeksi virus Corona. Apalagi tiap orang memberi respon antibodi yang berbeda saat terinfeksi.

Rapid Antigen

Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat atau biasa disebut dengan rapid swab PCR (polymerase chain reaction) COVID-19.

Dikutip dari Time, swab antigen bertujuan mencari protein yang terdapat di permukaan virus. Cara kerja ini berbeda dengan PCR test yang mencari material genetik pada virus corona penyebab COVID-19.

Mekanisme swab antigen dikatakan tidak terlalu berat dengan bahan kimia lebih sedikit dibandingkan test PCR. Hasil swab antigen lebih cepat dibandingkan tes PCR, namun menurut Dr Aneesh Mehta hasilnya tidak terlalu sensitif.

PCR Swab Test

PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah mekanisme membaca kode genetik pada sampel untuk mengetahui keberadaan COVID-19. Test PCR merujuk pada Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Test PCR dilakukan dengan swab atau usap untuk mengambil sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganggap test PCR sebagai gold standard uji COVID-19.

Test PCR memang memberikan hasil paling akurat meski memerlukan waktu yang lebih lama. Selain itu, tes PCR hanya bisa dilakukan tenaga yang sudah terlatih karena penggunaan teknologi dan berbagai reagen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *