Heboh Isu Penculikan Anak di Cilawu, Ternyata Hanya Alibi karena Takut Ketahuan Bolos
Gartu, infogarut.id – Warga Garut, khususnya para orang tua, sempat dibuat geger sejak Selasa (10/02) dengan beredarnya informasi mengenai dugaan penculikan dua orang siswa Sekolah Dasar (SD) asal Kecamatan Cilawu. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa kabar tersebut adalah TIDAK BENAR atau HOAX.
Berdasarkan penelusuran dari beberapa media, kabar ini awalnya menyebar cepat melalui pesan berantai di grup WhatsApp dan media sosial Facebook. Dalam narasi yang beredar, disebutkan dua anak tersebut diculik menggunakan mobil hitam dari area sekolah/pesantren dan berhasil melarikan diri saat terjebak macet di kawasan Alun-alun Garut.
Baca Juga: Tim Sancang Polres Garut Berhasil Ringkus Begal di Cibatu
Fakta di Lapangan
Menanggapi kegaduhan tersebut, Polres Garut segera melakukan pendalaman. Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengonfirmasi bahwa kedua bocah tersebut sebenarnya tidak mengalami penculikan.
"Kami pastikan isu penculikan itu tidak benar. Setelah kami mintai keterangan, kedua anak tersebut mengakui bahwa mereka sebenarnya sedang bolos sekolah," ungkap AKP Joko.
Berdasarkan pengakuan kedua pelajar tersebut, mereka sengaja tidak masuk sekolah dan asyik bermain ke beberapa tempat, mulai dari kawasan pemakaman hingga akhirnya naik angkutan umum menuju Alun-alun Garut.
Alibi Karena Takut Dimarahi
Kehebohan bermula saat kedua bocah ini terlihat keluyuran di jam sekolah oleh petugas Satpol PP yang berjaga di Alun-alun Garut. Karena merasa takut dan panik akan dilaporkan kepada orang tua karena bolos, salah satu dari mereka mengarang cerita bahwa mereka baru saja diculik oleh tiga pria dewasa bermobil hitam.
Cerita karangan tersebut kemudian direkam oleh warga yang berada di lokasi, hingga akhirnya viral dan menimbulkan keresahan massal di tengah masyarakat Garut.
Baca Juga: Resahkan Warga, Aksi Balap Liar di Sawah Lega Ditertibkan Polsek Wanaraja
Imbauan untuk Masyarakat
Saat ini, kedua anak tersebut telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya.
"Kami mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Hal ini sangat penting agar tidak menimbulkan kecemasan yang tidak perlu," pungkas AKP Joko.
Bagi warga Garut, tetap waspada itu perlu, namun pastikan selalu mengecek kebenaran informasi melalui sumber resmi atau media terpercaya agar tidak terjebak berita hoaks.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.