Masuk Kalender Nasional, Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Sukses Hipnotis Ribuan Warga
GARUT, infogarut.id – Jalan Ahmad Yani, pusat jantung Kota Garut, mendadak berubah menjadi panggung raksasa pada Sabtu (25/4/2026). Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan kemeriahan Helaran Karnaval yang menjadi pembuka Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026.
Acara tahunan ini tampil beda karena kini resmi menyandang status sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Sejarah yang Hidup di Jalanan Salah satu suguhan paling memukau dalam karnaval tahun ini adalah fragmen sejarah yang menceritakan perpindahan pusat pemerintahan dari Limbangan ke Garut Kota.
Iring-iringan peserta tidak hanya datang dari perangkat daerah dan komunitas lokal, tetapi juga delegasi dari 5 provinsi dan 5 kabupaten/kota lain di Indonesia, mempertegas skala nasional acara ini.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang membuka langsung acara tersebut, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, menembus kurasi KEN bukan hal mudah karena harus bersaing dengan ratusan daerah lain di Indonesia.
Baca Juga: Masuk Event Nasional! Besok Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Siap Digelar
"Ini adalah buah dari konsistensi selama 24 tahun. Hampir seperempat abad GPBG berkiprah, dan hari ini kita buktikan Garut mampu bersinar di level nasional. Kami berjuang luar biasa agar kualitas tahun ini jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya," ujar Putri Karlina.
Lebih dari Sekadar Tontonan: Katalis Ekonomi Tak hanya fokus pada estetika seni, Putri Karlina menekankan bahwa target utama dari kerumunan massa ini adalah dampak ekonomi bagi rakyat kecil. Ia memberikan ilustrasi sederhana: Jika 10 ribu pengunjung saja membelanjakan minimal 10 ribu rupiah di pedagang kaki lima, maka perputaran uang jutaan rupiah akan langsung mengalir ke kantong-kantong rakyat kecil.
Senada dengan sang Wakil, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa GPBG 2026 yang mengusung tema "Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang" adalah simbol Garut yang bersinar dan kokoh dengan budaya luhur.
“Meskipun rangkaian HUT Garut ini sempat tergeser karena Ramadan, namun antusiasme pengisi acara seperti tim Raja Dogar dan Surak Ibra menunjukkan bahwa akar budaya kita sangat kuat,” ungkap Bupati Syakur.
Pengakuan dari Kemenparekraf Prestasi Garut tahun ini tergolong istimewa. Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI, Nova Arisne, mengonfirmasi bahwa Garut berhasil meloloskan dua event unggulan sekaligus ke dalam daftar 125 KEN 2026.
“Ini bukti nyata bahwa Garut punya potensi luar biasa dari sisi kreativitas dan kearifan lokal. Kami berharap kualitas tata kelolanya terus ditingkatkan hingga bisa menjadi festival budaya kelas dunia,” tutur Nova.
Kemeriahan Hingga Malam Hari Kemeriahan tak berhenti saat matahari terbenam. Pada malam hari, panggung GPBG semakin panas dengan penampilan Tari Dangiang Garut dan tarian kolosal. Sentuhan modernitas juga hadir melalui Fashion Show produk kulit unggulan Garut hasil kolaborasi Dekranasda dengan jenama lokal seperti Astiga dan Viera.
Acara pun ditutup dengan penuh tawa dan pesan moral melalui pertunjukan Wayang Goreng Bobodoran oleh Dalang Eep Garut, menandai suksesnya pesta budaya yang aman, lancar, dan berkesan bagi masyarakat.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.