Memahami Titik Nol Kilometer Garut hingga Pembentukan Kabupaten Limbangan
Titik nol kilometer Garut belum semua orang tahu. Itu merupakan sebuah tanda geografis dari suatu wilayah.
Menurut Bupati Garut periode 2014–2019 dan 2019–2024, Rudy Gunawan pernah menyebutkan bahwa titik nol kilometer Garut ini berada di Alun-alun Garut atau Lapangan Otto Iskandardinata. Ia juga menyebutkan bahwa jarak dari Lapangan Otto Iskandardinata ke Kota Bandung sejauh 63 km.
Jadi, Bupati Rudi berpendapat bahwa Lapangan Otto Iskandardinata yang dikenal sebagai Alun-alun Garut lah yang merupakan titik nol kilometer Kota Intan. Ungkapan terebut, ia ungkapkan saat peresmian Alun-alun Garut pada Minggu, 23 Januari 2022.
Titik nol kilometer ini berfungsi sebagai referensi lokasi untuk pembangunan infrastruktur dalam suatu wilayah. Di Garut terdapat titik lokasi yang karakteristiknya sudah sesuai dengan karateristik titik nol kilometer yakni di sudut Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota.
Baca juga: Permainan Tradisional Indonesia dan Jejak Budayanya di Nusantara
Adanya berupa tanda berupa tugu kecil yang terletak persis di depan bangunan Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Garut. Tugu tersebut letaknya di arah Tenggara Alun-alun Garut.
Bentuk dari titik nol kilometer Garut tersebut seperti bangunan. Ada tiga sisi pada tugu tersebut. Atas tugu ada seperti pendopo beratap merah yang menjadi tempat lampu disematkan.
Sebelah kiri, ada tulisan TSM 58 yang artinya jarak dari lokasi menuju Tasikmalaya adalah sekitar 58 kilometer. Di sebelkah kanan, terdapat tulisan BDG 63, artinya Bandung berjarak 63 kilometer dari lokasi tugu bangunan titik nol kilometer Garut. Untuk di bagian tengah ada tulisan GRT 0.
Dikutip dari detikjabar, titik nol kilometer Garut itu sudah ada sejak awal tahun 1800 an, tepatnya pada pembangunan ibu kota Kabupaten Limbangan pada tahun 1813.
Baca juga: Mengulik Titik 0 Kilometer Garut Sejak Era Limbangan 1813
Tahun 1813 lah yang merupakan dibentuknya Kabupaten Limbangan oleh pemerintah. Pada sejarahnya, Bupati Garut pertama, RAA Adiwijaya membentuk tim untuk memindahkan ibu kota Limbangan ke sebuah kawasan, yang sekarang dikenal dengan nama Garut.
Perubahan nama Kabupaten Limbangan menjadi Garut sendiri baru terjadi pada tahun 1931. Surat Keputusan (SK) Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Kabupaten Limbangan saat itu resmi berganti menjadi Kabupaten Garut dan dengan ibu kota Garut.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.