Nyaneut: Tradisi Minum Teh di Garut
Di kabupaten Garut, khususnya di Desa Cigedug, terdapat tradisi minum teh yang unik dan sarat makna bernama Nyaneut. Tradisi ini berasal dari bahasa Sunda "nyandeutkeun", yang berarti "mendekatkan atau menghubungkan". Nyaneut awalnya berkembang dari kebiasaan para petani yang berkumpul di pagi hari untuk minum teh, berbincang tentang berbagai kehidupan pertanian, dan menjaga tali silaturahmi. Kebiasaan ini diwariskan turun-temurun dan dianggap sebagai salah satu cara untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
Menurut budayawan Garut, Dasep Badru Salam, tradisi Nyaneut bahkan diyakini telah ada sejak zaman Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati memperkenalkan minum teh bersama sebagai metode dakwahnya saat menyebarkan Islam di tanah Sunda. Sebelum memulai dakwah, beliau sering mengumpulkan masyarakat untuk minum teh bersama, mencipatakan suasana akrab yang memungkinkan masyarakat menerima ajaran dengan lebih mudah. Kebiasaan minum teh ini dianggap sebagai cara yang lembut dan penuh kedamaian dalam menyampaikan pesan-pesan agama.
Nyaneut bukan sekedar kegiatan minum teh, tetapi memiliki prosesi khusus yang penuh filosofi. Saat festival Nyaneut, partisipan diundang mengikuti ritual minum teh yang dipandu oleh seorang penanggung jawab. Sebelum minum teh, gelas diputar dua kali searah jarum jam dan aromanya dihirup tiga kali sebagai tanda penghormatan. Teh kemudian diseruput empat kali. Pertama di ujung lidah, kemudian pertengahan lidah, lalu pangkal lidah (dekat tenggorokan). Sampai di sini tahan dulu selama tiga detik sebelum di telan. Ritual ini dilakukan dalam suasana hening untuk menghargai kehangatan teh sembari mendengarkan suara alam sekitar.
Sejak tahun 2014, Dasep dan masyarakat setempat mengadakan Festival Nyaneut di kaki Gunung Cikuray untuk melestarikan tradisi ini. Festival yang diadakan setiap bulan purnama ini melibatkan pertunjukan tari, musik, serta prosesi minum teh bersama, yang menjadi ajang bagi masyarakat dan wisatawan untuk lebih mengenal dan mencintai budaya lokal.
Tradisi Nyaneut memiliki dampak positif bagi masyarakat lokal, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Tradisi ini menguatkan ikatan sosial antarwarga dan meningkatkan apresiasi terhadap teh lokal, sehingga para petani teh di Indonesia sejahtera.
Sumber: Kompas.com
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.