Pancaran Bahagia Anak Kembar Siam Di Garut Setelah Terima 3 Kursi Roda Modifikasi

Kebahagiaan anak kembar siam (Foto: bandung.pojoksatu.id)

Ai Putri Dewi Ningsih dan Ai Putri Anugrah. Anak kembar siam asal Garut tersebut nampak tersenyum bahagia. Kebahagiaan itu terpancar saat keduanya mendapatkan hadiah kursi roda khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Melalui Jabar Jabar Quick Response (JQR), Pemprov Jabar serahkan tiga kursi roda yang didesain khusus sesuai kebutuhan mereka. Di antaranya kursi roda khusus di dalam rumah, satu untuk di luar rumah sementara satu kursi roda lain khusus untuk melatih keseimbangan saat berjalan.

Bacaan Lainnya
banner 728x250

“Kami berikan tiga kursi roda, satu untuk di dalam rumah, satu untuk di luar dan satu lagi untuk latihan keseimbangan berjalan,” Kata Ketua Umum JQR, Bambang Trenggono di Bandung pada Rabu.

Melansir dari jabar.anataranews, kursi roda yang mereka terima merupakan bantuan dari penggalangan dana oleh JQR bekerja sama dengan rumah yatim.

Setelah mereka mengetahui mendapat kursi roda, anak berusia 8 tahun itu semangat untuk menjemput hadiah ke kota Bandung bersama keluarga dan tim relawan JQR.

Sebelumnya, Ai Putri Dewi Ningsih dan Ai Putri Anugrah hanya menggunakan kursi roda biasa sehingga ruang gerak mereka sangat terbatas. Namun, dengan adanya kursi roda dengan modifikasi khusus, membuat keduanya merasa lebih nyaman saat beraktivitas.

Tidak hanya dari kedua anak kembar itu, kebahagiaan juga turut dipancarkan oleh sang ayah. Irwan (42), merasa sangat bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim JQR, Rumah Yatim dan masyarakat yang telah memberikan bantuan serta dukungan kepada anaknya.

Kondisi Anak Kembar Siam

Menurut penuturan Irwan, kondisi kesehatan kedua putrinya cukup baik. Sehingga Dewi dan Putri merupakan satu-satunya kembar siam di Indonesia yang bisa bertahan hidup kondisi tubuh yang baik dan sehat.

“Kondisi kesehatan Putri dan dewi baik untuk sekarang ini. kalaupun ada masalah, saya langsung konsultasi dengan pihak puskesmas,” ujar Irwan.

Meski sang ibu telah tiada, kedua anak ini tidak menyerah dan tetap tegar. Bahkan keduanya mengaku tidak ingin membuat ayahnya repot karena kondisi mereka.

“Sekarang aku cuma mau biar enggak ngerepotin ayah lagi, kasihan ayah enggak kerja. Enggak punya uang untuk ngurusin kita,” ujar Dewi saat perayaan ulang tahun mereka yang ke -8, pada 29 Oktober lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *