Pencak Ular, Wajah Lain Pencak Silat Asal Samarang

Pencak Ular, Wajah Lain Pencak Silat Asal Samarang

Pencak silat merupakan seni bela diri nusantara yang kini telah mendunia. Beberapa industri film nasional hingga internasional pun mulai menampilkan seni bela diri ini dalam laga aksinya. Bagi masyarakat lokal, pencak silat sudah tidak terasa asing terlebih olahraga ini dipertandingkan pada Asian Games tahun 2018 lalu. Tapi, pernahkah kamu mendengar Pencak Ular?

Pencak Ular merupakan kesenian tradisional dari Kecamatan Samarang, Garut. Kesenian ini berkembang pada sebuah perguruan bernama Paguro Sinar Raksasa Muda, di kampung Pasar Kaler. Ide ini pertama kali berasal dari Pak Kiri, beliau merupakan seorang pupuhun kasenian reog ular. Sedangkan yang pertama kali mementaskannya adalah Abah Engkun.

Berbeda dengan pencak silat, pencak ular ini membawa ular berbisa sambil memperagakan jurus-jurus pencak silat oleh pemain. Uniknya, ular yang menjadi pelengkap seni ini bukanlah ular peliharaan. Tetapi ular liar yang sengaja mereka cari ketika kelompok kesenian ini mendapatkan tawaran untuk tampil.

Untuk mengundang kelompok pencak ular ini tidak bisa mendadak karena perlu berburu ular terlebih dahulu seperti ke sawah, ladang hingga hutan pinggiran desa. Ular yang telah berhasil tertangkap pun akan dilepas ke alam liar kembali setelah selesai penampilan.

Jalannya penampilan dan waditra (alat musik) yang dipergunakan, sama saja dengan pencak silat umumnya. Pertama-tama mereka memperagakan jurus-jurus awal sebagai pembuka. Ketika sudah ada pada penampilan puncak, pemain mengambil ular tersebut di balik baju pangsi pada sebuah saku khusus. Tidak hanya oleh orang dewasa, anak-anak pun ikut mementaskan kesenian ini dan tentunya sudah kebal dengan bisa ular.

Seiring berjalannya waktu, kesenian ini sudah menjadi kesenian tradisional modern dan banyak perubahan dari berbagai aspek yang biasanya lekat dengan hal mistis. Seperti penggunaan sesajen sebelum pementasan dan syarat puasa mutih bagi pemain. Aspek permainan berubah dan lebih menampilkan bagaimana seni ini dapat menghibur penonton. Penonton akan berdecak kagum sekaligus tertegun melihat aksi penampilan ini.


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.