Makna Tema HPN 2026 dan Peran Strategis Pers di Era Digital
Makna tema HPN 2026 menegaskan pentingnya pers sehat dalam mendorong ekonomi berdaulat serta memperkuat bangsa di tengah tantangan global.
Hari Pers Nasional atau HPN 2026 diperingati pada 9 Februari dengan pusat kegiatan di Provinsi Banten. HPN 2026 ini mengusung tema yang menegaskan peran strategis pers sebagai pilar demokrasi dan penjaga informasi kredibel di tengah perkembangan modernisasi.
Baca juga: Serangan Double Tap Israel di RS Nasser Turut Tewaskan Jurnalis dan Tenaga Medis, Dunia Kecam
Makna Tema HPN 2026
Tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” pada HPN 2026 ini ditetapkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Gagasan tersebut sebagai respons atas tantangan dunia pers di era transformasi digital hingga dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Dilansir dari pwi.or.id, tema HPN 2026 berpegang pada tiga pilar utama yang saling berhubungan serta menjadi pondasi penting bagi keberlanjutan pers nasional. Tiga pilar utama tersebut yakni pers sehat, ekonomi berdaulat, serta bangsa kuat dalam kehidupan berdemokrasi.
Tiga Pilar HPN 2026
Tema Hari Pers Nasional 2026 berpijak pada tiga pilar utama yang menjadi fondasi pers nasional dalam menghadapi tantangan di era digital dan dinamika global yang terus berkembang. Mengacu pada pwi.or.id, ketiga pilar dalam HPN 2026 tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
-
Pers Sehat, dimaknai sebagai pers yang profesional, independen, berintegritas, menjunjung tinggi etika jurnalistik serta nilai moral dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.
-
Ekonomi Berdaulat, menekankan akan pentingnya kemandirian media agar terbebas dari kepentingan tertentu dan tetap konsisten dalam menyuarakan kebenaran serta kepentingan publik.
-
Bangsa Kuat, menggambarkan peran pers dalam memperkuat persatuan nasional melalui pemberitaan yang membangun, mendidik, dan memotivasi bagi masyarakat.
Baca juga: Kedekatan Wartawan Istana di Era Bung Karno
Nah Warginet, peringatan HPN 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi insan pers untuk terus menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik. Melalui dorongan tersebut, pers dapat meningkatkan kemandirian serta kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.