Perkuat Ekonomi dari Desa, APUDSI Sarankan Pembangunan Berbasis Perdesaan
Komunitas pelaku usaha pedesaan yang tergabung dalam Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indoesia (APUDSI) mengajak seluruh pemangku kepentingan, turut memberikan andil dalam pengembangan usaha ekonomi perdesaan.
Ketum Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI), Maulidan Isbar mengungkapkan dalam Guyub Nasional I dan Deklarasi APUDSI di Jakarta, Rabu (19/2/2025 bahwasannya pengusaha semestinya berangkat dari desa baru menuju kota.
“Pengusaha, semestinya berangkat dari desa dulu baru menuju ke kota-kota besar di Indonesia. Nah, APUDSI menjadi rumah, wadah, jembatan untuk menggapai mimpi pelaku usaha desa menuju pengembangan usaha lebih luas untuk modal bisnis ke perkotaan besar,” ungkap Maulidan Isbar.
Maulidan menambahkan terdapat tiga pilar utama dalam APUDSI yakni berdaya, sejahtera dan bermanfaat, menginginkan pelaku usaha desa yang kuat dan mandiri serta sejahtera.
Namun dalam mewujudkan itu semua APUDSI tidak bisa berjalan sendirian. Semua yang berkepentingan harus terlibat bersama untuk berjalan sehingga berdampak luas kepada masyarakat.
“Kami ada program APUDSI AGRI, termasuk mengurusi bisnis pertanian, seperti baru-baru ini menjadi perhatian Presiden Prabowo soal harga gabah. Harga pantas untuk petani Rp 6.500 per kg gabah wajib dibeli. Ini tentu tidak mudah dan harus berkolaborasi semua pihak termasuk pelaku usaha desa.”
Mengenai potensi pedesaan, kekayaan alam di Indonesia sungguh tak terhingga contohnya saja Jawa Barat, ada potensi perikanan, padi dan lainya, apabila dapat dipetakan lebih akurat dari desa maka pengembanganya lebih optimal.
Selain itu, program Desa AGRI akan menjadi holding bidang pengembangan pangan dan mulai menggandeng Bank BRI, untuk mendorong pengembangan ekonomi desa yang berkualitas dan optimal. Demikian juga, ada potensi menggandeng LPDB Kementerian Koperasi, dengan dukungan hubungan satu pintu dengan APUDSI.
Belum lagi bahwa pelaku usaha desa juga bisa menggarap Videotron (Iklan Layar Digital) dimana APUDSI akan menginisiasi sebanyak seribu Videotron atau layar tancap digital setiap desa memilikinya, agar seluruh informasi disampaikan melalui Videotron.
Melalui Videotron ini diharapkan mampu memberikan kontribusi sekitar Rp1-1,5 miliar per tahun untuk pengelo desa. Ini juga diharapkan mampu tersebar di sekitar 5.500 desa dan sangat potensial bagi desa.
Patroli yang dimulai malam hari ini, Selasa (19/2/2025) ini menyasar sejumlah titik rawan di wilayah Garut, seperti tempat-tempat umum, pusat keramaian, serta area yang sering dijadikan sasaran aksi kriminal.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.