Populasi Ikan Sapu-sapu Meledak, Sungai Ciliwung Jadi Sorotan
Populasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung terus meningkat hingga disebut mengganggu keseimbangan ekosistem perairan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Sungai Ciliwung merupakan salah satu wilayah yang mengalami ledakan populasi ikan sapu-sapu dalam beberapa tahun terakhir. Ikan asing invasif tersebut bahkan disebut semakin mendominasi perairan tercemar hingga mengancam keberadaan ikan lokal.
Baca juga: Ikan Sapu-sapu Disebut Rusak Ekosistem, Ini Penyebabnya
Populasi Sulit Dikendalikan
Melansir dari Mongabay, ikan sapu-sapu berasal dari Sungai Amazon di Amerika Selatan yang memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat di lingkungan tercemar. Dalam satu tahun, ikan tersebut dapat bertelur hingga tiga kali dengan jumlah mencapai ribuan telur.
Peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Rahmi Dina, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu termasuk biota invasif dengan daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan buruk. Minimnya predator alami akibat kerusakan habitat membuat populasi ikan tersebut semakin sulit dikendalikan di sungai Indonesia.
Selain itu, ikan sapu-sapu diketahui mampu hidup hingga 15 tahun dengan sumber makanan yang beragam. Kemampuan tersebut membuat ikan lokal kalah bersaing dalam mempertahankan habitatnya di perairan tercemar seperti Sungai Ciliwung.
Bahaya bagi Lingkungan
Keberadaan ikan sapu-sapu dinilai dapat mempercepat penurunan biodiversitas di sungai dan danau Indonesia. Dari total 50 ikan asing yang masuk ke Indonesia, sebanyak 18 jenis diketahui termasuk kategori invasif yang berpotensi mengganggu ekosistem.
Penelitian BRIN juga menemukan banyak lubang sarang ikan sapu-sapu di pinggiran Sungai Ciliwung hingga area dekat permukiman warga. Selain sapu-sapu, peneliti turut mengingatkan potensi invasif dari beberapa kelompok ikan asing lain yang perlu diwaspadai.
Meski begitu, peneliti menyebut tidak semua ikan asing berbahaya bagi lingkungan karena beberapa di antaranya memiliki nilai ekonomi tinggi seperti ikan mas, nila, dan lele dumbo. Pemerintah dan masyarakat juga diminta memperkuat pengawasan agar spesies asing invasif tidak semakin menyebar di Indonesia.
Baca juga: Sejarah Kucing Persia, Ras Kuno yang Jadi Simbol Kecantikan di Dunia
Bagi Warginet, polemik ikan sapu-sapu saat ini bisa menjadi pelajaran penting tentang bahaya spesies asing invasif terhadap lingkungan. Kesadaran masyarakat dan pengawasan pemerintah dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan Indonesia.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.