Tingkat Penularan Lebih Cepat Dari Varian Delta, 414 Kasus Covid-19 Terkomfirmasi Varian Omicron

Tingkat Penularan Lebih Cepat Dari Varian Delta, 414 Kasus Covid-19 Terkomfirmasi Varian Omicron

Kasus Penularan Covid-19 Varian Omicron terkomfirmasi sebanyak 414 kasus,terus melonjak seiring berakhirnya masa liburan Natal dan Tahun Baru. Sebagian bensar kasus penularan terjadi dari masyarakat yang melakukan perjalan luar negeri seperti dari Negara Turki dan Arab Saudi.

Melansir dari Jabarantaranews, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 414 kasus Covid-19 Varian Omicron dengan 31 kasus berasal dari transmisi lokal. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dr. Siti Nadia Tarmidzi menghumbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri jika tidak terlalu penting.

"Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu saya berharap masyarakat menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri," kata Nadia dalam keterangan tertulis, pada Minggu (9/1/2022).

Kasus penularan Covid-19 Varian Omicron kali ini paling banyak berasal daripelaku perjalanan dari Negara Turki dan Arab Saudi. Meski seseorang telah melakukan vaksinasi Covid-19 dua dosis lengkap, virus Varian Omicron tersebut tetap bisa menginfeksi.

Dengan demikian vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus Covid-19, bahkan kebanyakan kasus terkonfirmasi Omicron saat ini adalah mereka yang telah melakukan vaksinasi dua dosis.

"Kita harus waspada, jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah melakukan vaksinasi lengkap, jangan sampai tertular dan menular kan," kata Nadia.

Nadia mengatakan Varian Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dari varian Delta. Di Indonesia, pergerakan Omicron terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

"Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi, jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia. Dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6.000-an menjadi 90.000-an kasus konfirmasi Omicron. Ini yang kita hindari" ujar Nadia.

Tags:

Komentar

Belum Ada Komentar
Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu