Wagub Jabar Sarankan Warganya Tak Asal Pinjam Uang ke Rentenir

Wagub Jabar Sarankan Warganya Tak Asal Pinjam Uang ke Rentenir

Kasus perobohan rumah warga di Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Garut, oleh rentenir menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, Pemprov Jabar telah memiliki program untuk membantu warga Jabar yang memerlukan jasa pinjaman.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menilai kasus pengrusakan rumah oleh oknum rentenir itu harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Ia berharap masyarakat tak lagi terjebak oleh pinjaman yang mudah, tapi pengembaliannya susah.

"Pinjam uang Rp1,3 juta jasanya Rp350 ribu per bulan tapi tidak mengurangi pokok, kan sangat luar biasa, yang kedua juga ibu-ibu barusan bicara dengan pinjam uang ke situ bukan malah maju, tapi kalahka bangkrut nangkub ceuk orang Tasik tea mah perusahaan nana," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/9/2022).

Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat agar menggunakan jasa peminjaman uang dari lembaga resmi. Pasalnya, lembaga resmi memiliki aturan yang jelas.

"Mudah-mudahan program Pak Gubernur, (melalui kredit) mesra ini bisa menjadi solusi menghadapi masyarakat yang membutuhkan dana cepat, tidak lama cuma 4 hari 5 hari seminggu paling lama, tidak ada jaminan, tidak ada jasa pengembalian, hanya pokok (yang) dikembalikan itu yang bisa diterima masyarakat pada hari ini," sarannya.

Camat Banyuresmi, Eti Nurhayati, menuturkan guna menindaklanjuti saran yang ditawarkan oleh Wagub Jabar, ia bersama dengan pihak Bank BJB Cabang Garut akan melaksanakan mapping untuk mencari kira-kira ada berapa warga masyarakat yang memerlukan bantuan modal melalui program Kredit Mesra ini.

"Dan nanti setelah mapping nanti akan diadakan kontrak dengan BJB, warga dengan BJB dan tetapi yang harus gigih adalah pihak warga itu sendiri harus mempunyai keterampilan, artinya dia bisa memproduksi sehingga bisa untuk dipasarkan kalo memungkinkan itu (dipasarkan) di luar, karena daya beli di sini tidak memungkinkan untuk melakukan transaksi daya beli (atau) jual beli diantara hasil produksi yang warga laksanakan dengan peminat atau konsumen," tandasnya.


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.