Beranda 14 Februari Diperingati sebagai Hari Valentine, Ini Sejarah dan Faktanya yang Perlu Kamu Tahu!
ADVERTISEMENT

14 Februari Diperingati sebagai Hari Valentine, Ini Sejarah dan Faktanya yang Perlu Kamu Tahu!

6 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
14 Februari Diperingati sebagai Hari Valentine, Ini Sejarah dan Faktanya yang Perlu Kamu Tahu! (Foto: Istimewa)

Simak sejarah asli Hari Valentine, kisah tragis Santo Valentine, hingga alasan mengapa dilarang dalam pandangan Islam. Edukasi menarik untuk Wargi Garut!

Setiap tanggal 14 Februari, linimasa media sosial biasanya penuh dengan unggahan kado cokelat, buket bunga, hingga makan malam romantis. Namun, tahukah kamu bahwa di balik perayaan yang identik dengan kasih sayang ini, tersimpan sejarah yang cukup kelam dan tragis?

Berdasarkan referensi sejarah yang dilansir dari countryliving.com, Hari Valentine ternyata tidak muncul begitu saja sebagai hari hura-hura. Ada pengorbanan dan kisah seorang tokoh bernama Santo Valentine (St. Valentine) yang menjadi cikal bakalnya.

Berikut adalah poin-poin penting sejarah Hari Valentine yang perlu kamu ketahui:

Baca Juga: 4 Februari 1924, Talaga Bodas Ditetapkan sebagai Taman Wisata oleh Pemerintah Kolonial Belanda

1. Sosok Pendeta yang Melawan Kaisar

Kisah yang paling populer berasal dari abad ke-3 di masa kekuasaan Kaisar Claudius II di Romawi. Sang Kaisar saat itu melarang prajurit muda untuk menikah karena dianggap pria lajang adalah prajurit yang lebih tangguh di medan perang.

Melihat ketidakadilan ini, seorang pendeta bernama Santo Valentine merasa iba. Ia secara rahasia tetap menikahkan pasangan-pasangan muda yang saling mencintai. Sayangnya, aksi heroik ini diketahui oleh Kaisar, yang kemudian menjatuhkan hukuman mati kepada Valentine.

2. Pesan Cinta Terakhir dari Penjara

Selama mendekam di penjara menunggu waktu eksekusi, St. Valentine dikabarkan sempat menjalin persahabatan dengan putri dari kepala sipir penjara, yang kala itu buta. Valentine pun berusaha menyembuhkan anak gadis tersebut, hingga akhirnya sembuh.

Menurut sejarahnya, sebelum ia dieksekusi pada 14 Februari 270 M, ia menulis sebuah surat terakhir yang dibantu oleh sipir penjara untuk gadis tersebut dan menutupnya dengan kalimat yang sangat ikonik hingga hari ini: “From Your Valentine”.

3. Akulturasi dengan Festival Lupercalia

Selain kisah St. Valentine, sejarah lain menyebutkan bahwa perayaan ini merupakan upaya Gereja Katolik untuk "mengkristenkan" festival pagan Romawi kuno yang bernama Lupercalia.

Festival ini dirayakan setiap tanggal 15 Februari sebagai ritual kesuburan. Pada abad ke-5, Paus Gelasius I akhirnya menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari peringatan Santo Valentine untuk menggantikan tradisi lama tersebut.

4. Menjadi Tradisi Dunia di Abad ke-17

Seiring berjalannya waktu, makna Valentine mulai bergeser dari sekadar peringatan martir menjadi hari perayaan cinta yang lebih umum. Di Inggris dan Prancis pada abad ke-17, tradisi bertukar kartu ucapan mulai populer. Di sinilah cikal bakal kebiasaan memberikan kartu, bunga, dan cokelat mulai mendunia.

5. Pandangan Islam Mengenai Perayaan Hari Valentine

Bagi sebagian masyarakat kita yang kental dengan nilai-nilai religius, penting untuk memahami mengapa perayaan ini sering kali dilarang dalam pandangan Islam.

Secara syariat, pelarangan ini berakar pada konsep Tasyabbuh, yakni larangan menyerupai tradisi atau ritual keagamaan kaum lain, mengingat Valentine bermula dari penghormatan terhadap martir agama tertentu dan festival pagan Romawi (Lupercalia).

Selain itu, Islam memandang bahwa kasih sayang bersifat universal dan wajib ditebar setiap hari tanpa harus mengkhususkan satu tanggal tertentu yang justru sering kali disalahgunakan untuk aktivitas yang mendekati zina atau pergaulan bebas.

Dengan menjaga diri dari perayaan ini, umat Muslim diharapkan dapat mempertahankan jati diri dan kehormatan sesuai tuntunan syariat, serta menghindari budaya konsumerisme yang tidak bernilai ibadah

Baca Juga: Sejarah Panjang Kalender Masehi dari Romawi hingga Digunakan Dunia

Meskipun sering dianggap sebagai budaya barat, esensi dari sejarah Valentine sebenarnya adalah tentang keberanian untuk memperjuangkan kasih sayang dan kepedulian antar sesama manusia.

Jadi, buat Wargi Garut, mengungkapkan kasih sayang tentu tidak harus menunggu setahun sekali atau harus dengan barang mewah. Namun, memahami sejarahnya membuat kita lebih bijak dalam melihat sebuah tradisi.

Bagaimana menurut Wargi? Apakah sudah menyiapkan kejutan kecil untuk orang tersayang hari ini?

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.