Sejarah Panjang Kalender Masehi dari Romawi hingga Digunakan Dunia
Sejarah kalender Masehi bermula dari tradisi Romawi kuno hingga berkembang menjadi sistem penanggalan resmi yang digunakan secara global sampai saat ini.
Kalender Masehi adalah sistem penanggalan yang paling luas diterapkan di dunia saat ini. Namun, dibalik penggunaannya yang dianggap lumrah, kalender ini memiliki sejarah panjang yang melibatkan peradaban kuno, reformasi politik, hingga campur tangan dari institusi keagamaan.
Baca juga: Daftar Cuti Bersama dan Libur Nasional 2026 Resmi dari Pemerintah
Awal Mula Kalender Julian
Kalender Masehi bermula dari kalender Romawi kuno yang kemudian direformasi menjadi kalender Julian pada 45 Sebelum Masehi. Perubahan tersebut dilakukan oleh Julius Caesar dengan tujuan memperbaiki ketidaktepatan sistem kalender Romawi sebelumnya yang sering berubah-ubah.
Kalender Julian menerapkan dasar perhitungan tahun tropik dengan durasi 365,25 hari. Sistem ini menghadirkan konsep tahun biasa sebanyak 365 hari serta tahun kabisat berjumlah 366 hari, dengan penambahan satu hari pada bulan Februari setiap empat tahun sekali.
Lahirnya Kalender Gregorian
Seiring berjalannya waktu, kalender Julian dinilai masih memiliki selisih perhitungan yang berpengaruh pada pergeseran musim. Untuk mengatasi hal tersebut, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian pada Oktober 1582 sebagai penyempurnaan dari sistem Julian.
Setelah itu, kalender Gregorian diadopsi secara luas oleh negara-negara Barat hingga menjadi standar internasional. Sistem tersebut tetap menggunakan perhitungan berbasis pada peredaran bumi mengelilingi matahari, namun dengan aturan tahun kabisat yang lebih akurat.
Pengaruh Peradaban Kuno dan Gereja
Perkembangan kalender Masehi tidak terlepas dari pengaruh peradaban Mesir Kuno, Babel, Mesopotamia, dan Yunani. Bangsa-bangsa tersebut telah lebih dulu mengembangkan sistem penanggalan dengan basis pada pergerakan benda langit serta perubahan musim.
Selain itu, Gereja turut memegang peran penting dalam penetapan sistem penanggalan Masehi. Melalui perhitungan Dionysius Exiguus atas perintah Kaisar Justinian, kalender ini kemudian menggunakan istilah “Masehi” dan “Sebelum Masehi” yang merujuk pada kelahiran Yesus Kristus.
Baca juga: Libur Sekolah Nataru 2025 di Garut, Masuk Lagi 12 Januari 2026
Melalui proses sejarah yang panjang dan kompleks, kalender Masehi akhirnya menjadi sistem penanggalan global yang mengatur kehidupan modern. Pengaruh ilmu astronomi, tradisi kuno, hingga peran agama menjadikan kalender ini bukan sekadar alat penunjuk waktu, melainkan bagian penting dari peradaban manusia.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.