41 Tahun Abah Oha Berjualan Martabak Mini di Trotoar Jalan Ahmad Yani

Abah Oha penjual martabak mini sejak 1980 - Info Garut(Foto: Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

Seiring perkembangan zaman, sangat berpengaruh juga terhadap terciptanya kuliner-kuliner baru di Garut. Namun, hal itu tidak menyurutkan Abah Oha (71) untuk mengganti barang dagangannya dengan kuliner yang populer saat ini. Abah Oha berjualan Martabak Mini selama kurang lebih 41 tahun lalu.

Sejak 1970 hingga sekarang, martabak mini ala Abah Oha masih menjadi primadona. Hal tersebut membuktikan bahwa cita rasa kuliner ini, tidak kalah nikmatnya dengan kuliner yang sedang naik daun. Berkat rasanya yang luar biasa, pembeli selalu menyerbu gerobak Abah Oha hingga laris manis.

Selain rasanya yang nikmat, Abah Oha masih mampu untuk membuat ratusan martabak mini setiap harinya. Untuk menemukan letak jualannya, kamu hanya perlu datang ke Jalan Ahmad Yani, di samping gerbang masuk SMPN 3 Garut, Kecamatan Garut Kota.

“Dulu jualan masih keliling, tahun 1970-an. Waktu itu masih keliling ke sekolah-sekolah kemudian mangkal di sini,” Melansir dari Tribunjabar.id saat diwawancarai Jumat (15/10/2021) malam.

Kemudian Abah Oha menjelaskan bahwa dari hasil berjualan martabak mini, mampu untuk menghidupi anak serta istrinya. Martabak yang di bandrol dengan harga Rp 2500 per loyang itu selalu laris manis. Selain itu, Abah Oha memiliki anak yang menjadi guru di salah satu pesantren dan sekolah ternama di Kabupaten Garut. 

“Anak-anak abah alhamdulillah sudah pada jadi guru, abah juga dilarang berjualan lagi, tapi abah nolak, ini jualan buat ngisi waktu luang aja daripada bosan di rumah,” Jawabnya.

Jika kamu berniat jajan martabak mini Abah Oha, bersiaplah untuk mengantre. Pasalnya, malam minggu adalah waktu di mana banyak pembeli mencari gerobak Abah Oha. Untuk penghasilan, Abah Oha enggan untuk menyebutkan nominalnya.

“Aah kecil (laba), tapi abah mah seneng aja bisa bikin martabak, ngobrol sama pelanggan, ngumpul di sini sama anak-anak yang beli,” Ujarnya.

Kehidupan berjualan di trotoar selama puluhan tahun sudah ia temui manis dan pahitnya. Pasalnya, tidak sedikit orang yang mempermainkan dan berbuat tega. Ia mengaku pernah mendapat bayaran uang palsu Rp. 100 ribu dari pembelinya. Selain itu, ada yang pernah meminjam uang namun tidak pernah kembali untuk membayar.

“Belinya cuma beberapa, ternyata uang itu palsu, ini masih abah simpan nih. Tapi abah mah tidak pernah benci, biarin aja. Ada lagi yang pinjam uang, tapi tidak pernah bayar. Abah mah gak apa-apa, tak pernah nagih, malahan dia malu dan tidak ke sini lagi,” Pungkasnya.


Apakah warginet pernah jajan martabak mini Abah Oha?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *