BPBD Garut Kerahkan Alat Berat untuk Atasi Dampak Cuaca Ekstrem
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengerahkan alat berat untuk menangani dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Garut. Curah hujan yang tinggi dan angin kencang sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah bencana alam, mulai dari pohon tumbang hingga banjir yang mengakibatkan material lumpur menutupi jalan.
Pada Selasa (5/11/2024), hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Cikajang dan sekitarnya, mengakibatkan pohon tumbang di Kampung Situ Bunder, Desa Mekarjaya. Pohon tersebut menimpa rumah milik warga, Yusuf Rahayu (26), dan menyebabkan kerusakan parah pada bagian atap rumahnya. Yusuf dan keluarganya sementara waktu mengungsi di rumah orang tuanya.
Selain itu, intensitas hujan yang tinggi juga menyebabkan banjir di jalan raya Cisurupan - Cikajang, tepatnya di perbatasan Desa Cisurupan dan Desa Cisero. Air yang meluap ke jalan menyebabkan lumpur tebal menutupi permukaan jalan, menghambat arus lalu lintas kendaraan. BPBD Kabupaten Garut melakukan koordinasi bersama Dinas Bina Marga, membersihkan material lumpur dengan menggerahkan alat berat dan unit water suply dari Dinas Pemadam Kebakaran.
"Air sudah mulai surut, pembersihan material lumpur sedang dilakukan menggunakan alat berat oleh UPTD Bina Marga Provinsi", ujar Hadi.
Penanganan ini juga melibatkan sejumlah instansi termasuk Dinas Bina Marga, Polsek Cisurupan, Koramil 1115 Cisurupan, dan masyarakat setempat untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan jalan.
Kondisi lalu lintas di Jalan Raya Cisurupan - Cikajang mulai membaik pada Selasa malam setelah BPBD dan Dinas Bina Marga menyelesaikan pembersihan lumpur dengan alat berat. Namun, arus lalu lintas masih ditutup demi keamanan.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, dalam siaran persnya pada Rabu (6/11/2024) menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan banjir di berbagai titik di Kabupaten Garut.
Pj. Bupati Garut, Barnas Ajidin, telah menginstruksikan kepada SKPD serta camat untuk selalu siaga melakukan antisipasi bencana hidrometeorologi. Sekertaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin yana juga menjelaskan bahwa pemerintahan daerah baik provinsi maupun kabupaten seirama dalam menetapkan langkah dalam penanganan bencana.
Ia juga menginstruksikan kepada para camat untuk tidak meninggalkan wilayahnya kecuali dalam keadaan mendesasak dan harus memiliki izin dari pimpinan. Ia juga menengaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait dalam menghadapi bencana.
Sumber: inews.id
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.