Beranda Bukan karena Hijrah Nabi, Ini Alasan Muharram Menjadi Awal Tahun Islam
ADVERTISEMENT

Bukan karena Hijrah Nabi, Ini Alasan Muharram Menjadi Awal Tahun Islam

1 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Bukan karena Hijrah Nabi, Ini Alasan Muharram Menjadi Awal Tahun Islam, Source: Istimewa

Banyak yang mengira hijrah Nabi Muhammad SAW terjadi pada Muharram. Padahal, ada sejarah panjang dan alasan khusus di balik penetapan awal Tahun Baru Islam.

Bagi umat Islam, datangnya bulan Muharram menjadi penanda dimulainya lembaran tahun baru dalam kalender Hijriah. Menariknya, peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang menjadi dasar penanggalan Islam justru berlangsung pada bulan yang berbeda.

Baca juga: Sejarah Muharram, Begini Awal Mula Kalender Hijriah Ditetapkan

Muharram dan Peristiwa Hijrah

Sebagian besar sejarawan menyebut bahwa Rasulullah SAW mulai meninggalkan Makkah pada bulan Safar. Setelah menempuh perjalanan hijrah, beliau tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal yang kemudian menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perkembangan Islam.

Walaupun hijrah tidak terjadi pada Muharram, para sahabat tetap menjadikannya sebagai dasar perhitungan kalender Islam. Peristiwa tersebut dinilai sebagai titik awal terbentuknya kehidupan masyarakat Islam yang lebih mandiri dan terorganisasi.

Dalam buku Kalender Hijriyah Dalam Kajian Syari'ah dan Astronomi, Vivit Fitriyanti menjelaskan bahwa terdapat fakta menarik mengenai kalender Hijriah. Awal tahun Islam ternyata dimulai pada Muharram meskipun peristiwa hijrah berlangsung pada bulan yang berbeda.

Sejak saat itu, sistem penanggalan umat Islam dikenal sebagai kalender Hijriah. Nama tersebut diambil dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang menjadi dasar penetapan awal tahun Islam.

Alasan Memilih Muharram

Para sahabat memiliki sejumlah pertimbangan ketika menetapkan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Keputusan tersebut juga didukung oleh pandangan para ulama dan kebiasaan masyarakat Arab pada masa itu. 

Adapun, alasan bulan Muharram dipilih di antaranya sebagai berikut:

  • Muharram datang setelah musim haji. 

Setelah bulan Zulhijah yang menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji berakhir, Muharram dianggap sebagai saat yang tepat untuk memulai lembaran baru dalam perhitungan tahun.

  • Awal tekad hijrah bermula setelah Baiat Aqabah. 

Para ulama menjelaskan bahwa semangat untuk berhijrah mulai menguat setelah peristiwa Baiat Aqabah yang berlangsung pada musim haji. Sejak saat itu, umat Islam mulai mempersiapkan perpindahan menuju Madinah.

  • Muharram telah dikenal sebagai bulan pertama. 

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab sudah mengenal Muharram sebagai salah satu bulan penting dalam sistem penanggalan mereka sehingga pemilihannya lebih mudah diterima.

  • Muharram termasuk bulan yang dimuliakan.

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT bersama Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab.

Baca juga: Sejarah Haji di Indonesia dari Perjalanan Laut hingga Sistem Modern

Nah Warginet, Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Islam. Di balik penetapannya, terdapat berbagai pertimbangan yang membuat bulan ini memiliki kedudukan istimewa bagi umat Muslim.

 

Sumber: Detik Hikmah

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.