Beranda 4 Jurnalis Indonesia dan Aktivis Ditangkap Israel di Perairan Siprus
ADVERTISEMENT

4 Jurnalis Indonesia dan Aktivis Ditangkap Israel di Perairan Siprus

56 menit yang lalu - waktu baca 2 menit
4 Jurnalis Indonesia dan Aktivis Ditangkap Israel di Perairan Siprus, Source: globalsumudflotilla.org/Tim Media GSM

Empat jurnalis Indonesia dan satu aktivis dilaporkan ditangkap Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla di perairan Siprus.

Empat jurnalis Indonesia dan satu aktivis kemanusiaan dilaporkan ditangkap angkatan laut Israel atau Israel Occupation Forces (IOF) saat menjalankan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla di perairan Siprus, Senin, (18/5/2026). Informasi tersebut disampaikan berdasarkan laporan dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Baca juga: Serangan Double Tap Israel di RS Nasser Turut Tewaskan Jurnalis dan Tenaga Medis, Dunia Kecam Keras!

Jurnalis Indonesia Ditangkap

Mrngutip dari Kompas.com, satu aktivis Indonesia yang ditangkap diketahui bernama Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat. Andi disebut berada di kapal Josef saat penangkapan dilakukan oleh angkatan laut Israel.

Selain itu, terdapat tiga jurnalis Indonesia yang berada di kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai dari Republika, Rahendro Herubowo dari INews, dan Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo. Ketiganya ikut dalam misi kemanusiaan internasional bersama rombongan Global Sumud Flotilla.

Sementara itu, satu jurnalis Indonesia lainnya bernama Bambang Noroyono atau Abeng dari Republika diketahui berada di kapal BoraLize. Total terdapat empat jurnalis Indonesia dan satu aktivis yang dilaporkan ditangkap dalam insiden tersebut.

Pernyataan Kemenlu RI

Empat warga negara Indonesia (WNI) lainnya dilaporkan selamat setelah insiden penangkapan kapal misi kemanusiaan tersebut. Mereka diketahui bernama Hendro, As'ad, Herman, dan Ronggo yang melanjutkan perjalanan menggunakan kapal Karsi, Sadabat, dan Zefiro.

Informasi mengenai empat WNI yang selamat tersebut disampaikan relawan kemanusiaan sekaligus pendiri International Networking for Humanitarian, Muhammad Husein. Keterangan itu diperoleh setelah wawancara dengan Dokter Maimun yang berada di Command Center Istanbul, Turkiye.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan setidaknya ada 10 kapal Global Sumud Flotilla yang ditangkap tentara Israel. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI juga mendesak Israel agar segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

Baca juga: Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Apakah Rezim Iran Akan Runtuh

Nah Warginet, kasus penangkapan empat jurnalis Indonesia dan satu aktivis dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ini menjadi perhatian publik internasional. Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu RI juga terus mendorong pembebasan seluruh awak kapal yang masih ditahan Israel.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.