Sejarah Muharram, Begini Awal Mula Kalender Hijriah Ditetapkan
Sejarah Muharram sebagai awal Tahun Baru Islam ternyata berkaitan dengan hijrah Rasulullah SAW yang kemudian menjadi dasar lahirnya kalender Hijriah.
Tanggal 1 Muharram selama ini dikenal sebagai penanda pergantian tahun dalam kalender Islam. Di balik momen tersebut, tersimpan kisah panjang yang berkaitan dengan hijrah Rasulullah SAW dan lahirnya sistem penanggalan Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
Baca juga: Sejarah Haji di Indonesia dari Perjalanan Laut hingga Sistem Modern
Muharram Sebelum Kalender Islam
Pada masa Rasulullah SAW hingga awal pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, umat Islam belum memiliki sistem penanggalan yang memakai hitungan tahun seperti sekarang. Berbagai surat maupun urusan administrasi saat itu umumnya hanya menyebut nama bulan tanpa mencantumkan tahunnya.
Dikutip dari laman Muhammadiyah, masyarakat Arab sebelum Islam terbiasa menjadikan berbagai peristiwa penting sebagai penanda waktu. Beberapa di antaranya adalah wafatnya Ka'ab ibn Lu'ayy, Tahun Gajah atau Am al-Fil, serta perang Harb al-Fijar.
Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW sendiri dikenal sebagai Tahun Gajah karena bertepatan dengan peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah. Cara seperti ini telah digunakan masyarakat Arab selama bertahun-tahun sebelum munculnya kalender Hijriah.
Ketika wilayah Islam semakin berkembang, kebutuhan terhadap sistem penanggalan yang lebih rapi mulai dirasakan. Situasi tersebut membuat urusan pemerintahan dan administrasi memerlukan acuan waktu yang lebih jelas.
Muharram dan Lahirnya Hijriah
Mengacu pada buku Perkembangan Perumusan Kalender Islam Internasional karya Muh Rasywan Syarif, pembahasan mengenai kalender Islam mulai dilakukan sekitar tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab. Awalnya, Abu Musa Al-Asy'ari yang saat itu menjadi Gubernur Basrah mengeluhkan surat-surat dari pusat pemerintahan yang tidak mencantumkan tahun sehingga menimbulkan kebingungan.
Persoalan tersebut kemudian dibahas bersama para sahabat Rasulullah SAW melalui musyawarah. Dalam pertemuan itu, muncul beberapa usulan yang menjadikan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, masa pengangkatan beliau sebagai Rasul, hingga tahun wafatnya sebagai awal perhitungan tahun Islam.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, para sahabat akhirnya menjatuhkan pilihan pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah dipandang sebagai peristiwa yang membawa perubahan besar karena menjadi awal terbentuknya masyarakat Islam yang lebih kuat serta memiliki pemerintahan sendiri.
Menurut sejumlah riwayat, Umar bin Khattab memandang hijrah sebagai pembeda antara jalan kebenaran dan kebatilan. Dari keputusan tersebut, lahirlah kalender Hijriah yang namanya diambil dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW.
Baca juga: Kenapa Awal Puasa Bisa Berbeda Jelang Ramadan? Ini Penjelasannya
Nah Warginet, sejarah Muharram tidak hanya berkaitan dengan pergantian tahun dalam kalender Islam. Penetapan tersebut juga menjadi pengingat akan salah satu peristiwa yang memiliki peran besar dalam perjalanan dan perkembangan peradaban Islam.
Sumber: Detik Hikmah
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.