Beranda Fantastis! Ekspor Kentang Jawa Barat Mencapai Rp 2,8 miliar

Fantastis! Ekspor Kentang Jawa Barat Mencapai Rp 2,8 miliar

3 tahun yang lalu - waktu baca 2 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk kentang Jawa Barat senilai Rp 2,8 miliar. Amerika Serikat dan China merupakan dua negara tujuan ekspor kentang Jawa Barat tersebut. Pelepasan kentang yang sudah dalam produk keripik kentang kemasan itu berlangsung di Balai Penelitian Tanaman dan Sayuran (Balitsa) Kementerian Pertanian di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (3/11/2021).

"Hari ini kita melakukan ekspor ke China dan Amerika kentang chip. Kentang yang sudah diindustrikan," kata Mentan, melansir dari SuaraJabar.id.

Mentan menegaskan bahwa pasar dunia dapat menerima ekspor produk kentang yang merupakan hasil pertanian lokal. Hal ini menunjukan bahwa olahan dalam negeri mampu untuk bersaing di pasar dunia.

"Selama ini kita makan kripik dan lain-lain itu lebih banyak impor walau dalam skala kecil. Kita berharap bahwa (ekspor) ini menunjukan kemampuan kita dan olahan hasil produksi terutama kentang kita dengan berbagai varietasnya mampu diterima oleh pasar dunia," kata Mentan.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah akan mengintensifkan aktivitas ekspor dari hasil pertanian Indonesia. Selanjutnya, Kementan siap mendukung para eksportir guna mewujudkan target tersebut, baik dari sisi persyaratan maupun budidaya. Jika ekspor produk kentang kemasan kali ini hanya sekitar Rp 2,8 miliar, Syahrul berharap dapat berkembang selanjutnya hingga bisa mencapai Rp 50-100 miliar.

"Bahwa disaat semua negara sedang bermasalah dengan pangan secara umum, maka pertanian harus meloncat melakukan langkah ekspor ke depan. Hari ini kita menjajaki itu. Ternyata eksportirnya juga siap," ujar Syahrul.

Syahrul menyebut modal Indonesia untuk mengembangkan kentang cukup besar. Hal tersebut baik dari sumber daya alam maupun petani. Sebagai komitmen mengurangi produk impor, saat ini Kementan tengah melakukan pengembangan kentang industri untuk negeri.

 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.