Beranda Mengulas Sejarah Hari Tari Internasional yang Diperingati Setiap 29 April
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengulas Sejarah Hari Tari Internasional yang Diperingati Setiap 29 April

2 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengulas Sejarah Hari Tari Internasional yang Diperingati Setiap 29 April, Source: Istimewa

Hari Tari Internasional diperingati setiap 29 April untuk mengenal sejarah, makna, serta perkembangan seni tari dari masa ke masa di berbagai belahan dunia.

Hari Tari Internasional diperingati setiap tanggal 29 April sebagai momen untuk merayakan seni tari di seluruh dunia. Peringatan ini menjadi ajang untuk mengapresiasi keberagaman gerak, ekspresi, dan tradisi tari dari berbagai budaya.

Baca juga: Budaya Sunda yang Sudah Go Internasional, Salah Satunya Tari Jaipong!

Penetapan Hari Tari Internasional

Hari Tari Internasional diperingati setiap 29 April dan pada tahun 2026 jatuh pada hari Rabu. Tanggal ini dipilih untuk mengenang kelahiran Jean-Georges Noverre yang dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan balet modern.

Hari Tari Internasional ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya seni tari dalam kehidupan budaya. Selain itu, peringatan ini juga memberi ruang bagi komunitas tari untuk menampilkan karya sekaligus mendorong dukungan dari berbagai pihak.

Sejarah Hari Tari Internasional

Melansir dari National Today, Hari Tari Internasional pertama kali ditetapkan pada tahun 1982 oleh Komite Tari dari Institut Teater Internasional yang berada di bawah naungan UNESCO. Penetapan ini bertujuan untuk mendorong pelestarian berbagai bentuk tari serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan.

Hari Tari Internasional juga diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan agar lebih mendukung perkembangan seni tari. Setiap tahun, tokoh tari dunia dipilih untuk menyampaikan pesan yang merefleksikan kondisi dan perkembangan dunia tari saat ini.

Perkembangan Seni Tari

Hari Tari Internasional juga mengingatkan bahwa seni tari telah ada sejak ribuan tahun lalu dengan jejak sekitar 9.000 tahun yang ditemukan pada lukisan gua dan makam kuno. Bukti lain menunjukkan keberadaan tari sejak 3300 SM di Mesir dan India sebagai bagian dari ritual dan kehidupan sehari-hari.

Perkembangan tari terus berlanjut hingga abad ke-19 dengan munculnya teknik pointe dalam balet oleh Marie Taglioni dalam pertunjukan La Sylphide. Memasuki era modern, tari semakin populer melalui fenomena dansa, berbagai tarian populer, hingga hadirnya acara seperti Dancing with the Stars yang mendekatkan seni tari ke masyarakat luas.

Baca juga: Ada dari Malangbong, Ini Tiga Seni Tradisi Khas Garut yang Masih Lestari

Hari Tari Internasional bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga ajakan untuk terus melestarikan seni tari sebagai bagian dari identitas budaya. Nah Warginet, melalui momen ini diharapkan masyarakat semakin mengenal dan mencintai seni tari dari berbagai daerah maupun dunia.

 

Sumber: Detik.com

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT