Beranda Gentengisasi ala Prabowo, Seberapa Efektif Ganti Atap Seng?
ADVERTISEMENT

Gentengisasi ala Prabowo, Seberapa Efektif Ganti Atap Seng?

4 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Gentengisasi ala Prabowo, Seberapa Efektif Ganti Atap Seng?, Source: Unsplash

Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo menuai pro kontra. Selain dinilai berpotensi menggerakkan UMKM, efektivitas untuk pariwisata masih diperdebatkan.

 

Program Gentengisasi yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan yang menyita perhatian publik. Gagasan mengganti atap rumah berbahan seng dengan genting disebut membawa misi keindahan lingkungan sekaligus penguatan sektor pariwisata, meski urgensinya masih menuai pro kontra.

Baca juga: Gentengisasi Digulirkan, Prabowo Dorong Ganti Atap Seng Rumah Warga

Latar Program Gentengisasi

Gentengisasi disampaikan oleh Presiden RI Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor. Program tersebut diarahkan untuk mengganti atap seng yang dinilai mendatangkan kesan kumuh akibat karat, terutama di kawasan yang memiliki potensi wisata.

Melansir dari tirto.id, Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekretaris Negara menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan gerakan ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Pemerintah berharap lingkungan yang lebih tertata dapat mendorong minat wisatawan, khususnya bagi turis mancanegara, untuk berkunjung ke Indonesia.

Tantangan Material dan UMKM

Penggunaan genting tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Di sejumlah daerah luar Jawa, seperti Sumatra, keterbatasan tanah liat membuat masyarakatnya lebih memilih seng sebagai atap rumah pengganti genting karena lebih mudah diperoleh dan juga harganya terjangkau.

Seiring waktu, material atap pun berkembang. Saat ini genting tidak hanya berasal dari tanah liat, tetapi juga dari semen hingga galvanis yang lebih ringan dan ekonomis. Meski demikian, program gentengisasi dinilai berpeluang menghidupkan kembali perajin genting tradisional yang sebagian besar berasal dari sektor UMKM.

Dampak bagi Pariwisata

Dari sudut pandang pariwisata, Gentengisasi dianggap mampu memperkuat tampilan visual kawasan, terutama jika diterapkan pada wilayah dengan konsep arsitektur tradisional. Atap genting dinilai lebih ikonik serta memiliki nilai historis yang kuat, khususnya di Pulau Jawa.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan daerah. Ketersediaan bahan baku, pengrajin, hingga penataan kawasan menjadi faktor penting. Tanpa dukungan fasilitas pendukung dan konsep wisata yang matang, Gentengisasi dinilai belum cukup kuat untuk mendorong pariwisata secara signifikan.

Baca juga: KDM Stop Sementara Pembangunan Perumahan Bandung Raya

Nah Warginet, Gentengisasi tidak bisa dilihat semata sebagai proyek pengganti dari atap rumah. Program ini perlu perencanaan matang, uji coba di lapangan, hingga skema pembiayaan yang jelas agar manfaatnya benar-benar terasa, baik bagi masyarakat, UMKM, maupun pengembangan pariwisata nasional.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.