Beranda Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi naik 5 Persen di Tahun 2022

Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi naik 5 Persen di Tahun 2022

3 tahun yang lalu - waktu baca 2 menit

Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi naik 5 persen pada tahun 2022, juga sebagai periode keberlanjutan pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Pada priode tersebut Indonesia memanfaatkan momentum G 20 untuk mendorong capaian target tersebut.

Melansir dari Pikiranrakyat, Tahun 2022 telah pemerintah tetapkan sebagai periode keberlanjutan pemulihan ekonomi dan reformasi structural. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah berkomitmen melanjutkan agenda reformasi struktural, deregulasi, dan debirokratisasi.

“Selain itu, momentum Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong pemulihan dan transformasi ekonomi,” ujarnya (11/12).

Untuk mencapai sasaran tersebut, kepastian hukum dan dukungan terus pemerintah jalankan untuk kemudahan investasi dan berusaha. Keputusan Mahkamah Konstituti terkait revisi Undang-Undang Cipta Kerja akan secepatnya pemerintah jalankan serta menindaklanjut keputusan tersebut.

Tahun 2022 merupakan momentum Presidensi G20 yang membanggakan Indonesia untuk memimpin kelompok negara berpendapatan terbesar serta mengatasi pemulihan ekonomi tidak merata.  pada Presidensi G20 Terdapat tiga fokus utama, yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan, yang dirangkai dalam tema “Recover together, recover stronger".

“Sesuai arahan Bapak Presiden, Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 bukan hanya seremoni saja namun menghasilkan outcomes nyata yang bermanfaat bagi Indonesia dan dunia,” jelas Menko Airlangga.

Presidensi Indonesia di event G20 berpotensi membantu penciptaan sekitar 33.000 lapangan kerja. Event tersebut akan menggelar  150 pertemuan lebih di 19 kota dan kehadiran sekitar 18.000 lebih delegasi, akan meningkatkan konsumsi domestik.

Berbagai proyeksi tersebut tentunya harus terdapat dalam semangat kemitraan dan kerja sama dari semua pihak. Pandemi ini semakin menegaskan akan pentingnya inklusifitas, kerjasama, dan kolaborasi dalam rangka mendukung stabilitas maupun pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.