Beranda Kenapa Bulan Februari Hanya 28 Hari? Ini Penjelasannya
ADVERTISEMENT

Kenapa Bulan Februari Hanya 28 Hari? Ini Penjelasannya

6 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Kenapa Bulan Februari Hanya 28 Hari? Ini Penjelasannya, Source: Unsplash

Februari hanya memiliki 28 hari karena sejarah kalender Romawi dan reformasi Julian hingga Gregorian yang memengaruhi sistem penanggalan modern.

Bulan Februari menjadi satu-satunya bulan dalam kalender modern yang hanya memiliki 28 hari pada tahun biasa. Jumlah hari pada bulan Februari tersebut merupakan hasil dari sejarah panjang penanggalan sejak era Romawi hingga reformasi kalender Julian dan Gregorian.

Baca juga: Sejarah Panjang Kalender Masehi dari Romawi hingga Digunakan Dunia

Asal Usul Februari Romawi

Februari menjadi bulan terpendek sejak masa Raja Numa Pompilius yang menyempurnakan kalender Romawi kuno menjadi dua belas bulan. Dalam sistem tersebut, angka genap dipandang kurang baik sehingga jumlah hari diatur secara ganjil, sementara bulan Februari hanya mendapatkan 28 hari saja.

Pada masa itu, Februari ditempatkan di akhir tahun dan dikaitkan dengan ritual pemurnian yang berasal dari kata Latin “februum”. Tradisi budaya dan kepercayaan tersebut membuat posisi Februari sebagai bulan dengan hari paling sedikit tidak berubah.

Reformasi Kalender Februari

Perubahan secara drastis terjadi saat Julius Caesar memperkenalkan kalender Julian berbasis matahari pada 46 Sebelum Masehi (SM) dengan jumlah 365 hari. Meski sistem diperbarui, Februari tetap menjadi bulan terpendek serta hanya mendapatkan tambahan satu hari saat tahun kabisat.

Kalender Julian kemudian digunakan lebih dari 1.500 tahun sebelum akhirnya disempurnakan menjadi kalender Gregorian pada abad ke-16. Perubahan tersebut memperbaiki akurasi perhitungan waktu tanpa mengubah posisi Februari dalam susunan bulan.

Tahun Kabisat dan Februari

Bulan Februari mendapatkan tambahan waktu satu hari setiap tahun kabisat sehingga jumlahnya menjadi 29 hari. Penyesuaian kalender tersebut dilakukan karena revolusi bumi dalam mengelilingi matahari berlangsung sekitar 365,24 hari dalam satu tahun.

Dalam kalender Gregorian, aturan kabisat berlaku bagi tahun yang habis dibagi empat, kecuali pada tahun yang habis dibagi seratus dan juga habis dibagi empat ratus. Sistem tersebut menjaga agar kalender tetap sesuai dengan peredaran bumi agar tidak terjadi pergeseran musim.

Baca juga: Daftar Cuti Bersama dan Libur Nasional 2026 Resmi dari Pemerintah

Jadi Warginet, perbedaan jumlah hari pada bulan Februari bukan sekadar keputusan praktis, melainkan hasil dari perjalanan panjang sejarah serta perhitungan astronomi. Dari tradisi Romawi hingga reformasi modern, Februari tetap menjadi bulan yang unik dalam sistem kalender dunia.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.