Makna Lirik Lagu "Lailatul Qadar" yang Dipopulerkan Bimbo dan GIGI
Lirik lagu “Lailatul Qadar” yang dipopulerkan Bimbo dan diaransemen ulang oleh GIGI menggambarkan kemuliaan malam seribu bulan di bulan Ramadhan.
Lirik lagu “Lailatul Qadar” menjadi salah satu karya religi yang identik dengan bulan Ramadan dan malam turunnya Al-Qur’an. Lagu tersebut dipopulerkan Bimbo serta diaransemen ulang oleh GIGI yang menyimpan makna mendalam tentang kemuliaan malam tersebut.
Baca juga: Daftar Lagu Religi Indonesia yang Cocok Didengar Selama Ramadan 2026
Lirik Lagu Lailatul Qadar
Lirik lagu Lailatul Qadar oleh Bimbo dan GIGI merepresentasikan suasana hening, sakral, dan penuh kemuliaan pada malam seribu bulan. Lagu tersebut terinspirasi dari Surah Al-Qadar serta hadis tentang sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan ketika umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Berikut lirik lagu Lailatul Qadar Bimbo dan GIGI:
Marga satwa tak berbunyi
Gunung menahan nafasnya
Angin pun berhenti
Pohon-pohon tunduk
Dalam gelap malam
Pada bulan suci
Qur’an turun ke bumi
Qur’an turun ke bumi
Reff:
Inilah malam seribu bulan
Ketika cahaya surga menyinari bumi (2x)
Inilah malam seribu bulan
Ketika Tuhan menyeka air mata kita
Ketika Tuhan menyeka dosa-dosa kita
Pencipta dan Sejarah Lagu
Lagu Lailatul Qadar pertama kali dipopulerkan oleh Bimbo, grup musik asal Bandung yang dibentuk sekitar tahun 1966. Lirik lagu “Lailatul Qadar” diciptakan oleh sastrawan Taufiq Ismail dengan menghayati makna Surah Al-Qadar ayat 1-5 tentang malam penuh keberkahan.
Seiring perkembangan musik religi, lagu “Lailatul Qadar” kemudian diaransemen ulang oleh GIGI dalam album bertajuk “Raihlah Kemenangan” pada 2005. Versi GIGI menghadirkan nuansa pop-rock tanpa menghilangkan pesan religius yang terkandung dalam karya tersebut.
Baca juga: Lirik Lagu “Salam Ramadhan” Karya Haddad Alwi Feat. Gita Gutawa
Lirik lagu “Lailatul Qadar” tetap relevan dan sering dinyanyikan setiap bulan suci Ramadan sebagai pengingat kemuliaan malam seribu bulan. Jadi Warginet, lagu tersebut bisa dijadikan sebagai pengiring ibadah di sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.