Mengapa Gurun Bisa Terbentuk di Dekat Lautan? Ini Penjelasannya
Fenomena gurun di dekat lautan terjadi karena kombinasi pergerakan udara, arus laut dingin, dan pengaruh pegunungan yang membuat wilayah tetap kering.
Fenomena gurun yang terhampar di tepi lautan sering dianggap sebagai paradoks alam. Meski berada dekat sumber air yang melimpah, beberapa wilayah di dunia justru menjadi salah satu tempat paling kering di bumi dengan curah hujannya yang sangat rendah.
Baca juga: Studi Iklim Ungkap Gurun Sahara Berpotensi Semakin Basah
Gurun di Dekat Lautan
Beberapa contoh gurun yang berada tepat di sisi lautan adalah Gurun Atacama di Chile dan Gurun Namib yang terletak di Afrika bagian selatan. Kedua wilayah tersebut berbatasan langsung dengan samudra, tetapi hampir tidak menerima hujan sepanjang tahunnya.
Dilansir dari Live Science, ahli hidrologi dari University of Nevada, Las Vegas, David Kreamer memaparkan bahwa fenomena tersebut terjadi karena kombinasi beberapa faktor alam. Faktor ini mencakup pergerakan udara secara vertikal, pergerakan udara secara horizontal, serta interaksi antara pegunungan dan kelembapan udara.
Pergerakan Udara dan Iklim
Sebagian besar gurun di dunia berada pada wilayah di atas dan di bawah garis khatulistiwa. Hal ini terkait dengan intensitas sinar matahari yang membuat udara panas naik di daerah khatulistiwa, kemudian membentuk sistem tekanan rendah yang mengundang pembentukan awan dan hujan.
Udara yang telah naik tersebut kemudian bergerak menjauh dan turun kembali pada wilayah lintang sekitar 20 hingga 40 derajat. Ketika udara turun, pembentukan awan menjadi terhambat sehingga curah hujan sangat sedikit dan akhirnya menciptakan kondisi lingkungan yang kering.
Pengaruh Laut dan Pegunungan
Faktor lainnya yang memengaruhi terbentuknya gurun di dekat laut adalah arus laut dingin yang membuat udara di atasnya menjadi lebih stabil. Kondisi tersebut membuat udara sulit naik sehingga proses pembentukan awan dan hujan hampir tidak terjadi.
Selain itu, keberadaan pegunungan juga dapat menciptakan fenomena bayangan hujan atau rain shadow. Ketika udara lembap melewati pegunungan, hujan akan jatuh di sisi yang menghadap angin, sementara sisi lainnya menjadi sangat kering karena sebagian besar kelembapannya telah hilang.
Baca juga: Luas Gurun Sahara Terus Bertambah, Ini Penjelasan Para Ahli
Jadi Warginet, terbentuknya gurun di dekat lautan bukanlah hal yang mustahil dalam ilmu geografi. Kombinasi pergerakan udara, arus laut dingin, hingga pengaruh dari pegunungan membuat wilayah tertentu tetap kering meskipun berada sangat dekat dengan sumber air yang luas.
Sumber: National Geographic Indonesia
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.