ADVERTISEMENT
Beranda Luas Gurun Sahara Terus Bertambah, Ini Penjelasan Para Ahli
ADVERTISEMENT

Luas Gurun Sahara Terus Bertambah, Ini Penjelasan Para Ahli

9 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Luas Gurun Sahara Terus Bertambah, Ini Penjelasan Para Ahli, Source: Unsplash

Temuan para ahli menunjukkan Gurun Sahara terus meluas meski hujan masih terjadi di Afrika Barat, akibat degradasi tanah yang menghambat penyerapan air.

Para ahli membeberkan bahwa luas Gurun Sahara terus bertambah dalam beberapa dekade terakhir, meskipun hujan masih turun di wilayah sekitarnya. Temuan ini memperlihatkan bahwa masalah utama bukan sekadar berkurangnya curah hujan, melainkan kerusakan sistem tanah yang semakin parah.

Baca juga: Sepenting Apakah Keberadaan Gurun bagi Keseimbangan Bumi?

Paradoks Hujan di Sahel

Di sepanjang wilayah Sahel, hujan masih turun pada setiap tahunnya dengan jumlah yang cukup untuk menopang pertanian yang kering di sekitar Gurun Sahara. Namun air hujan tersebut jarang tersimpan karena tidak mampu meresapnya ke dalam tanah.

Kondisi tanah yang terlihat gersang bukan karena ketiadaan hujan, melainkan air hanya mengalir di permukaan. Fenomena tersebut menjadi paradoks utama yang menjelaskan mengapa Gurun Sahara terus meluas meskipun langit Afrika Barat dan Tengah masih menurunkan hujan.

Gagalnya Solusi Teknologi

Sejumlah kebijakan pemulihan lingkungan di sekitar Gurun Sahara dinilai salah sasaran karena tidak memahami akar masalah mengenai tanah. Salah satu contohnya yaitu proyek penggunaan lebah sebagai infrastruktur ekologi di tepi Sahara.

Melansir dari CNBC Indonesia, proyek pengiriman jutaan lebah tersebut berakhir dengan kegagalan karena faktor suhu yang ekstrem. Lebah tidak mampu bertahan ketika suhu pasir di Gurun Sahara melampaui batas fisik sarang dan sistem biologinya.

Degradasi Tanah Jadi Penyebab

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta Konvensi PBB untuk memerangi Desetifikasi (UNCCD) mencatatkan bahwa meluasnya Gurun Sahara disebabkan adanya degradasi tanah. Dalam kondisi tersebut, tanah tidak mampu menyimpan air dan nutrisi meskipun hujan masih turun secara berkala.

Kerusakan tanah ini berdampak besar pada pertanian, peternakan, hingga stabilitas sosial di wilayah Afrika kering. UNCCD menilai bahwa degradasi lahan turut mendorong migrasi dan konflik karena masyarakat terpaksa harus meninggalkan wilayahnya yang tidak lagi produktif.

Baca juga: Gurun di Arab Saudi Mendadak Hijau, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Nah Warginet, dengan meluasnya Gurun Sahara menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan tidak selalu tampak dari langit yang kering. Tanpa perbaikan struktur tanah, hujan sekalipun tidak cukup untuk menghentikan laju perubahan lahan subur menjadi gurun di Afrika.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT