Beranda Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Bagaimana Cara Memulainya?
ADVERTISEMENT

Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Bagaimana Cara Memulainya?

1 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Bagaimana Cara Memulainya? (source:freepik)

Slow iving adalah gaya hidup yang memprioritaskan kualitas dan kesadaran, fokus melakukan sesuatu lebih baik, bukan lebih cepat. 

Di kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan ini, konsep gaya hidup slow living cocok untuk digunakan. Konsep ini lebih menekankan pada kualitas, kesadaran penuh (mindfulness), dan keseimbangan, alih-alih berpacu dengan kecepatan atau hustle culture. 

Slow living mengajak untuk lebih melambatkan laju hidup untuk menikmati momen. Bukan untuk berhenti atau malas produktif. Namun, ini mencakup pola hidup secara minimalis, sadar, dan fokus pada hal-hal penting.

Ketika gaya hidup sudah menerapkan konsep slow living, setiap aktivitas dilakukan dengan penuh ketenangan tanpa harus terburu-buru, dan memetik setiap hal atau momen dengan bermakna. 

Baca juga: Kenapa Kakek dan Nenek Terlihat Lebih Lembut kepada Cucunya?

Dilansir dari detikbali, konsep ini berasal dari Gerakan Slow Food di Italia pada 1980-an. Gaya hidup ini diprakarsai Carlo Petrini sebagai bentuk protes terhadap pembukaan gerai fast food di Roma.  Mengusung pentingnya makanan berkualitas yang mempertahankan tradisi lokal dan mendukung kesejahteraan petani.

Lalu, bagaimana cara mengaplikasikan gaya hidup slow living, begini caranya:

Baca juga: Di Balik Label "Tukang Tidur": Fakta Kurang Tidur Kronis di Balik Budaya Kerja

1. Kurangi media sosial. Kamu harus bisa membatasi penggunaan HP agar lebih fokus pada dunia nyata mu. 
2. Mulai hari tanpa tergesa. Atur pagi hari dengan santai, seperti minum kopi/teh tanpa mengecek email.
3. Berani bilang "tidak: dalam mengelola komitmen agar tidak terlalu padat.
4. Nikmati alam dan hobi mu. Luangkan waktu untuk jalan santai, berkebun, atau hobi.
5. Hidup secara minimalis. Merapkan gaya hidup sederhana dengan membeli barang sesuai kebutuhan. 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.