Obesitas di Indonesia Sangat Rentan Terjadi di Perkotaan, Begini kata Kemenkes RI
Obesitas di Indonesia menurut Kementerian Kesehatan Republik Indoneisa (RI) lebih rentan terjadi di perkotaan, karena dipicu oleh beberapa faktor.
Faktor yang menjadi pemicu dari obesitas yang banyak terjadi di perkotaaan adalah seperti pola urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, hingga perubahan teknologi yang mengubah cara hidup masyarakat.
Hal tersebut tak hanya berdampak pada meningkatnya penyakit tidak menular, tetapi juga menggeser pola konsumsi masyarakat. Terutama faktor teknologi yang semakin memudahkan masyarakat perkotaan.
Seperti adanya pelayanan pesna antara makanan yang membuat aktivitas fisik semakin berkurang karena bisa antar langsung ke tempat. Disini masyarakat perkotaan banyak memanfaatkan teknologi tersebut sehingga tak perlu menyiapkan makanannya sendiri. Sehingga kontrol terhadap asupan garam, gula, dan lemak menjadi semakin sulit untuk dihindari.
Baca juga: Viral Blue Matcha yang Tidak Mengandung Kafein, Baikkah untuk Kesehatan?
Seperti contohnya di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, banyak yang mengkonsumsi makanan cepat saji, es krim, dan konsumsi gula berlebih yang meningkatkan lonjakan kasus obesitas di negara tersebut.
Dilansir dari detik, ketika seseorang terbiasa mengonsumsi makanan asin atau manis, saat kadar garam atau gula dikurangi, makanan akan terasa hambar. Akibatnya, konsumsi berlebih terus berulang tanpa disadari.
Baca juga: Telur Ayam vs Telur Bebek, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterolnya
Kemenkes juga telah mencatat konsumsi gula, garam, dan lemak di perkotaan jauh lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Sekitar 35 persen masyarakat perkotaan tercatat mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.