Pasir Lulumpung, Situs Prasejarah di Kabupaten Garut

Pasir Lulumpung, Situs Prasejarah di Kabupaten Garut
[caption id="attachment_2404" align="aligncenter" width="200"]Pasir Lulumpung (Foto : Merdeka) Pasir Lulumpung (Foto : Merdeka)[/caption]

Pasir Lulumpung merupakan situs yang terdiri dari beberapa punden batu peninggalan zaman Megalitikum. Situs ini dinilai memiliki keindahan serta nilai sejarah yang kuat. Karena hal itu, pemerintah telah resmi melindungi situs Pasir Lulumpung dan telah meresmikan situs ini sebagai Cagar Budaya.

Situs Pasir Lulumpung terletak di Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Lokasinya berada sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Garut. Situs ini memiliki tujuh punden batu dengan tipe berundak. Sebagian besar, punden tersebut memiliki bentuk seperti lulumpang layaknya cobek. Sayangnya, dari tujuh punden kini hanya tersisa tiga. Sisanya tidak terawat dan tertutup oleh semak belukar.

Pada zaman dahulu, situs ini masyarakat gunakan untuk keperluan ritual. Ritual ini masyarakat lakukan sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil panen yang melimpah. Masyarakat mengidentifikasi Lulumpung tersebut layaknya lesung yang mereka gunakan untuk menumbuk padi.

Lokasi Pasir Lulumpung menyatu dengan kebun-kebun milik masyarakat setempat. Di antara kebun dan pepohonan, pengunjung akan menemukan beberapa jenis bebatuan yang bertingkat seperti susunan teras. 

Punden batu pertama terletak di sisi barat bukit yang menempati lahan seluas 73 x 38 x 42 m, dengan orientasi punden ke arah timur-barat. Terdapat 13 undakan atau teras dari bahan batu andesit pada punden tersebut. Punden batu kedua, terletak kurang lebih 80 m dari punden pertama. Punden ini terdiri dari 9 undakan atau teras yang juga terbuat dari bahan batu andesit.

Menurut warga sekitar, terdapat banyak cerita unik yang ada di sekitar situs sakral tersebut.  Beberapa di antaranya yaitu suara gamelan yang kerap terdengar di setiap malam Selasa dan Jumat. Selain itu, masyarakat juga mempercayai legenda kuda sembrani. Masyarakat sekitar mengaku sering mendengar suara kuda  yang tengah berlari dan minum di Danau Gabus. Danau tersebut, terletak tidak jauh dari Situs Pasir Lulumpang.


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.